Senin 25 Januari 2021, 09:15 WIB

Ini Alasan Pemerintah Gunakan Genose C19 di Terminal dan Stasiun

Candra Yuri Nuralam | Humaniora
Ini Alasan Pemerintah Gunakan Genose C19 di Terminal dan Stasiun

ANTARA/Fauzan
Petugas mengetes kantong nafas dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1).

 

PEMERINTAH membeberkan alasan penggunaan Gadjah Mada Electric Nose Covid-19 (GeNose C19) sebagai metode pengecekan covid-19 untuk perjalanan kereta api dan bus. Penggunaan alat itu dilakukan agar penumpang bus atau kereta tidak terbebani.

"Misalnya Jakarta-Bandung, harga tiketnya sekitar Rp100 ribu. Harga tiket bus, mungkin malah lebih murah. Jika mesti tes antigen dengan harga Rp100 ribu lagi akan memberatkan penumpang bus dan kereta api," tulis Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi lewat akun Instagram @budikaryas, Minggu (24/1).

Budi mengatakan harga tiket kadang lebih murah dibanding harga pemeriksaan covid-19. Sehingga, katanya, masyarakat bakal terbebani jika pemerintah tidak menyiapkan pemeriksaan covid-19 yang murah.

Baca juga: Penumpang Bus Bakal Diperiksa dengan GeNose C19

Meski murah, alat ini tidak bisa disepelekan. Pemerintah sudah mengakui keakuratan GeNose C19 dalam memeriksa keberadaan virus korona dalam tubuh manusia.

Masyarakat diminta beralih ke GeNose C19 saat alat itu sudah resmi digunakan di terminal dan stasiun. Harga yang jauh lebih ekonomis dinilai bisa mengirit ongkos berangkat.

"Dengan GeNose, calon penumpang bus dan kereta api akan terbantu, mengingat tarif sekali tes hanya sekitar Rp20 ribu. Apalagi kalau nanti dengan skala besar bisa lebih murah menjadi Rp15 ribu, sehingga lebih terjangkau," tutur Budi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan uji coba pemanfaatan alat deteksi Covid-19 GeNose di Stasiun Pasar Senen. Alat tersebut nantinya akan dipasang pada simpul-simpul transportasi publik.

"Alat GeNose menjadi solusi dari permasalahan alat screening dan diagnosis yang saat ini masih cukup mahal dan ketersediaannya terbatas," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (23/1).

GeNose merupakan alat deteksi covid-19 yang digunakan untuk meningkatkan screening virus korona melalui hembusan nafas dengan tahap 4T, yaitu Tracking, Tracing, Testing, dan Treatment.

GeNose melakukan deteksi melalui hembusan nafas, sehingga memberikan rasa nyaman dan dapat digunakan oleh masyarakat dari anak-anak hingga lansia.

Pengecekan melalui alat GeNose juga bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau.

Menurut Luhut, penggunaan alat GeNose sendiri telah diakui Kementerian Kesehatan dan didukung Kementerian Perhubungan sebagai alat tes yang digunakan untuk aktivitas perjalanan masyarakat menggunakan transportasi umum. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Menkes: 250 Ribu Vaksin Meningitis akan Tersedia pada Oktober

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 29 September 2022, 19:01 WIB
Kemenkes mengupayakan normalisasi stok vaksin Meningitis Meningokokus bagi pelaku perjalanan, termasuk calon jemaah haji dan...
HO

BP2P Jawa 1 Gelar Kegiatan Core Value ASN dan Pengendalian Gratifikasi

👤Widhoroso 🕔Kamis 29 September 2022, 18:58 WIB
Ditjen Perumahan Kementerian PUPR  juga terus berupaya membangun budaya kerja ASN yang profesional, efisien dan bertanggung...
DOK Pribadi.

Perkuat Pengawasan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 18:37 WIB
Perkuat pengawasan dan pengarusutamaan hak penyandang disabilitas dan kelompok rentan lain. Ini merupakan upaya bersama untuk memajukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya