Rabu 20 Januari 2021, 19:40 WIB

Semua Laporan Efek Pascaimunisasi Covid-19 Bersifat Ringan

Atalya Puspa | Humaniora
Semua Laporan Efek Pascaimunisasi Covid-19 Bersifat Ringan

dok.medcom
Ilustrasi

 

KOMISI Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) terus memantau pelaksanaan program vaksinasi covid-19, termasuk mendengarkan laporan masyarakat. Hingga Rabu (20/1), Komnas KIPI mengatakan ada 30 laporan KIPI yang bersifat ringan dan tidak ada reaksi serius yang memerlukan perawatan intensif setelah tenaga kesehatan (nakes) mendapat vaksin covid-19 pertama kali.

"Dari laporan KIPI yang masuk ke kami, semua bersifat ringan dan sesuai dengan yang dilaporkan jurnal-jurnal, dan di tempat lain, semua kondisinya sehat. Jadi, tidak ada yang memerlukan perhatian khusus sampai saat ini," kata Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari dalam acara Dialog Produktif bertema KIPI: Kenali dan Atasi yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (20/1).

Ia membeberkan, vaksinasi sendiri merupakan upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penularan COVID19, selain upaya-upaya yang akan terus dilakukan, yaitu 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, dan 3T: test, trace, treatment, sehingga harapannya pandemi akan segera berlalu.

Hindra meyakini vaksinasi ini tidak hanya untuk kepentingan individu, namun juga upaya melindungi keluarga terdekat kita terutama bagi tenaga kesehatan yang menerima vaksin covid-19 pertama kali.

“Pandemi ini sudah melelahkan. Kasihan juga nakes yang ada di garda terdepan. Mereka berjibaku bekerja di luar ambang batas kemampuannya. Ini akan menurunkan daya tahan tubuh mereka. Jadi kita harus sepakat melawan satu musuh, jangan mementingkan diri sendiri. Paling tidak ini bagi keluarga terdekat kita juga," terangnya.

Hindra menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai efek vaksinasi. Setiap fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan imunisasi wajib melakukan pencatatan dan pelaporan KIPI. Oleh karena itu, Komnas KIPI perlu dibentuk sebagai tim independen yang mengkaji adanya hubungan vaksin yang diberikan dengan kejadian yang terjadi.

Ia menegaskan, Komnas KIPI selaku lembaga independen akan mengemban tugasnya dengan baik, yakni mengkaji secara spesifik kejadian pasca imunisasi. Komite independen ini terdiri dari orang-orang yang memiliki kompetensi terkait vaksinologi.

"Komnas KIPI diangkat Menteri Kesehatan dengan masa kerja empat tahun dan sudah ada sejak 1998, jadi sudah 22 tahun mengawasi KIPI,” ujarnya.

Alur pelaporannya dilakukan secara berjenjang, dari laporan masyarakat, puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi, sampai ke Komnas KIPI, dan Ia menegaskan, semua sudah memiliki sistem yang baik.

“Laporan yang terbanyak adalah kejadian koinsiden atau semua hal dikaitkan dengan vaksin, tidak memandang jangka waktunya, baik itu satu hari setelah vaksinasi atau sebulan setelah vaksinasi, maupun empat tahun setelahnya pun masih dikaitkan dengan vaksinasi,” tambah Hindra.

Hindra mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir berlebihan kepada program vaksinasi covid-19. "Jadi, upaya vaksinasi itu merupakan salah satu upaya tambahan. Kalau menerima berita yang tidak pasti sumbernya dari mana, tidak usah diteruskan. Cukup di kita saja, dan pastikan bahwa semua keluarga divaksinasi, karena apabila keluarga kita aman, InsyaAllah, bangsa dan negara ini aman. Mari kita lanjutkan vaksinasi,” tutupnya. (OL-13)

Baca Juga: Selama PPKM, Terminal Bus Kalideres Siapkan Test Antigen Gratis

Baca Juga

ANTARA/M RISYAL HIDAYAT

PJJ Picu Anak Putus Sekolah, KPAI: Bantuan belum Merata

👤Pudja Lestari 🕔Minggu 07 Maret 2021, 16:01 WIB
Ketidakmampuan orangtua membayar iuran SPP menyebabkan anak tidak dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh...
Antara

Perempuan Harus Mampu Menjawab Tantangan yang Kian Beragam

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Maret 2021, 15:50 WIB
Diakui Rerie, sapaan akrab Lestari, tantangan yang dihadapi perempuan di masa pandemi ini semakin...
ITB

Ahli: 11 dari 17 Tujuan SDG's Memerlukan Peran Geologi

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 07 Maret 2021, 13:05 WIB
AHLI geologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Imam Achmad Sadisun menyatakan, 11 dari 17 tujuan SDG's memerlukan peran...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya