Selasa 19 Januari 2021, 13:25 WIB

Setelah Anies, Menteri Airlangga Donorkan Plasma Konvalesen

Thomas Harming Suwarta | Humaniora
Setelah Anies, Menteri Airlangga Donorkan Plasma Konvalesen

Instagram
KETUA Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto.

 

KETUA Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mendorong penyintas Covid-19 bersedia mendonorkan plasma konvalesennya untuk membantu pasien yang masih dalam perawatan.

Airlangga yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengakui pernah terpapar, tetapi sudah dinyatakan sembuh dan sudah mendonorkan plasma kovalesennya pada pencanangan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen, Senin, 18 Januari 2021.

“Ini adalah ungkapan rasa syukur saya, karena termasuk orang-orang yang mampu bertahan dari serangan Covid-19. Dengan mendonorkan plasma konvalesen, saya berharap bisa menolong pasien Covid lainnya untuk segera sembuh,” ungkap Airlangga.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih dulu mendonorkan darah plasma konvalesennya, pada Kamis, 14 Januari 2021.Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, hingga Senin (18/1) sudah ada 745.935 pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Di sisi lain, jumlah kasus aktif di Indonesia per Senin kemarin sebanyak 144.798.

“Kalau 10% dari penyintas ikut menyumbang plasma, bisa menyelamatkan 70 ribu jiwa,” tegas Airlangga.

Dikatakannya, donor plasma menjadi bagian dari 3T, yakni treatment. Melalui donor plasma konvalesen penyintas, politikus Partai Golkar itu berharap angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia dapat ditekan.

Ia menambahkan, target PMI 5.000 plasma per bulan atau 60 ribu pertahun, dan saat ini satu plasma dari penyintas Covid sudah ditunggu 80 pasien yang sedang dalam perawatan.

"Informasi laporan dari Bapak Menko PMK Muhadjir, plasma konvalesen dapat menyembuhkan 100 pasien positif Covid tanpa gejala atau bergejala ringan. Sedangkan untuk pasien bergejala berat, plasma dari satu pendonor bisa menyelamatkan 85 pasien bergejala berat,” ujarnya. (H-2)

Baca Juga

Antara

Frasa Agama Raib, Ini Kata Majelis Pendidikan Katolik

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 07 Maret 2021, 23:40 WIB
RAIBNYA frasa 'agama' dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional (PJPN) 2020-2035 menuai kritik dari ormas Islam. Bagaimana pendidik...
MI

Frasa Agama Raib, Kemendikbud: Peta Jalan Pendidikan belum Final

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 07 Maret 2021, 23:10 WIB
RAIBNYA frasa 'agama' dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional (PJPN) 2020-2035 milik Kemendikbud dipertanyakan. Lantas, apa kata...
Antara

Muhammadiyah, NU, MUI Kritik Hilangnya Frasa Agama

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 07 Maret 2021, 22:25 WIB
PETA Jalan Pendidikan Nasional (PJPN) 2020-2035 yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai kritik karena...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya