Selasa 12 Januari 2021, 20:46 WIB

Komunikasi dan Edukasi Masif Vaksinasi Covid-19 Diperlukan

Mediaindonesia.com | Humaniora
Komunikasi dan Edukasi Masif Vaksinasi Covid-19 Diperlukan

AFP
Ilustrasi vaksin

 

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Cabang Provinsi Sumatera Barat Defriman Djafri mengatakan upaya komunikasi dan edukasi harus dilakukan secara masif dalam rangka memperkuat kepercayaan publik mengikuti vaksinasi untuk pengendalian pandemi Covid-19.

"Kuncinya upaya KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) dimasifkan saat sekarang ini, karena pengalaman selama ini di lapangan merupakan tantangan terbesar, pemerintah atau tim satgas (satuan tugas) harus mempersiapkan strategi menjelaskan, baik dari sisi kepercayaan, keamanan, efektivitas dan termasuk KIPI (kejadian ikutan pasca-imunisasi) ke depan," kata Defriman yang juga Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, Selasa (12/1).

Defriman menuturkan strategi di daerah bisa melibatkan tokoh agama, adat, masyarakat, termasuk ahli yang kompeten dalam menjelaskan, baik dari sisi kepercayaan, keamanan, efektivitas dan termasuk KIPI.

Dengan demikian, kata dia, keragu-raguan untuk menerima vaksin bisa diiminimalkan dan ke depan kepercayaan publik bisa terbangun.

Di sisi lain, menurut Defriman, kepercayaan publik terhadap pemerintah juga berpengaruh terhadap kepercayaan vaksin Covid-19.

"Ditambah isu karena vaksin dari Tiongkok, masyarakat juga mempertanyakan kualitas vaksin dari Tiongkok ini. Ini yang perlu penjelasan informasi yang utuh serta komprehensif dari pemerintah dan ahli kompeten di bidangnya," tutur Defriman.

Menurut dia, jika pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dilaksanakan dengan baik disertai penegakan hukum atau aturan secara benar, maka akan sangat efektif menurunkan risiko penularan dan kematian.

Bertambahnya kasus Covid-19 di awal Tahun 2021, menurut dia, dikarenakan mobilitas orang yang sangat berkontribusi terhadap peningkatan kasus selama ini.

"Kondisi ini juga membuktikan bahwa protokol kesehatan belum maksimal diterapkan di masyarakat," ujarnya.

Defriman mengatakan pembatasan pergerakan orang merupakan satu-satunya intervensi untuk menekan laju penularan dan kematian ke depan.

Jika protokol kesehatan tidak dilakukan dengan disiplin di lapangan, katanya, maka dapat meningkatkan potensi penularan dan bertambahnya kasus Covid-19 di Tanah Air.

"Mudah-mudahan program vaksinasi cepat diimplementasikan ke depan, dan tahap pertama ini merupakan kunci keberhasilan tahap dua, tiga dan empat ke depan," ujarnya.

Dia berharap vaksinasi dapat efektif dalam memutus mata rantai Covid-19 dan bisa mencapai kekebalan kelompok di masyarakat. (Ant/OL-12)

Baca Juga

MI/ Palce Amalo

Bangun Pangan Berbasis Sistem jadi Solusi Status Gizi Masyarakat

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 26 Januari 2021, 13:10 WIB
Indonesia masih banyak mengalami permasalahan gizi. Masalah stunting menjadi masalah penting bagi Indonesia karena kasusnya masih di atas...
ANTARA/Ampelsa

Rehabilitasi Mangrove, Luhut Targetkan 150 ribu Ha di Lahan Kritis

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 26 Januari 2021, 12:23 WIB
Untuk mendukung program rehabilitasi mangrove, akan dilakukan persemaian dalam skala...
MI/Dwi Apriyani

Kemendikbud Dukung PT Lakukan Transformasi Pendidikan

👤 Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 26 Januari 2021, 12:20 WIB
Akselerasi transformasi pendidikan secara digital menjadi tugas bersama dalam menyadari akan pentingnya penggunaan teknologi digital dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya