Senin 04 Januari 2021, 01:40 WIB

Asesmen Nasional Jadi Tantangan di 2021

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Asesmen Nasional Jadi Tantangan di 2021

Dok. Youtube
Para Pembicara Webinar Outlook pendidikan Indonesia 2021.

 

DUNIA pendidikan Indonesia menghadapi tantangan di awal 2021, yakni penyelenggaraan asesmen nasional (AN) sebagai pengganti ujian nasional (UN) di tengah pandemi yang masih berlangsung.

“Tantangan terberat dalam waktu dekat ini yaitu pada Maret-April 2021 rencananya akan dilakukan AN. Tentu kita harus segera menyelesaikan payung hukum serta sosialisasinya lalu memastikan samplingnya.

Jika AN dilakukan di masa pandemi, saya khawatir hasilnya akan kurang optimal dan sosialisasinya juga mungkin masih kurang,” kata Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Sartono pada Webinar Ngopi Seksi bertopik Outlook pendidikan Indonesia 2021 yang digelar Vox Point Indonesia dan NU Circle, kemarin.

Menurut Agus, tantangannya ialah bagaimana memastikan siswa yang masuk di dalam sampling dapat mengerjakan AN dengan baik. “Jangan sampai mereka mengerjakan asal-asalan sehingga hasil satu sekolah itu buruk. Tapi sebaliknya tidak boleh juga sekolah hanya mengambil sampel anak-anak yang pintar,” ujarnya.

Agus juga menyoroti masalah penerimaan siswa baru. Dengan digantinya UN oleh AN maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama sudah mulai menyosialisasikan berbagai hal, termasuk dasar pendaftaran peserta didik baru. “PPDB dengan sistem zonasi tetap dipertahankan sebagai basis,” tambahnya.


Masalah PTM

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Ali Ramdani mengatakan pihaknya mengutamakan kehati-hatian dalam pembelajaran tatap muka (PTM).

“Umumnya ketika pengelola madrasah ditanya siap, ya siap. Namun, saat ditanya apakah mau buka, mereka pikirpikir dulu. Jadi, yang diprioritaskan ialah menjaga keselamatan dan kesehatan di madrasah sehingga pilihan terbaik pada pembelajaran di madarasah yaitu tetap menggunakan pembelajaran jarak jauh,” tegas Ali.

Di sisi lain, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia M Ramli Rahim mengaku ada satu kebijakan yang baik dari Mendikbud Nadiem Makarim pada 2020, yakni program mengangkat 1 juta guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Pembicara lainnya, anggota Komisi X DPR Ferdiansyah berharap Kemendikbud dapat berkomunikasi lebih baik lagi dengan para mitra dan stakeholder terkait dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia di 2021. (Bay/X-11)

Baca Juga

Ilustrasi

Kerap Menggemeretakkan Gigi, Pertanda Stres?

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 13 Juni 2021, 06:00 WIB
Bila kebiasaan ini berlangsung secara rutin dan tidak diatasi, bruxism bisa menyebabkan gigi aus dan berdampak untuk...
AFP

Bahaya Dibalik Fenomena K-Pop

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 13 Juni 2021, 02:00 WIB
Fenomena seperti K-Pop memang bisa berdampak buruk bagi budaya Indonesia...
ANTARA FOTO/Muhammd Arif Pribadi

Keputusan Arab Saudi Tepis Gempuran Hoaks soal Haji

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 21:39 WIB
Zainut mengatakan keputusan Arab Saudi tentang pembatasan kuota haji jelas karena masih adanya pandemi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perangkat Terenkripsi Jerat Penjahat di Seluruh Dunia

LEBIH dari 800 penjahat telah ditangkap di seluruh dunia seusai dijebak menggunakan aplikasi pesan terenkripsi yang dijalankan FBI.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya