Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan memastikan ada sembilan jenis vaksin yang akan digunakan untuk upaya vaksinasi dalam penanganan covid-19. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07 Tahun 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.
"Vaksin covid-19 yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Novavax Inc, Pfizer Inc. and BioNTech, dan Sinovac Life Sciences Co sebagai jenis vaksin covid-19 yang digunakan di Indonesia," isi surat tersebut, Jakarta, Kamis (31/12).
Namun, beberapa vaksin masih dalam tahap pelaksanaan uji klinik tahap ketiga. Beberapa lainnya masih proses uji efikasi.
"Penggunaan vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi hanya dapat dilakukan setelah mendapat izin edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use authorization) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)" bunyi surat tersebut.
Baca juga: 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Soekarno-Hatta
Disebutkan bahwa menteri dapat melakukan perubahan jenis vaksin berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization). Perubahan tentu memperhatikan rekomendasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
Keputusan ini telah ditandatangani Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 28 Desember 2020. Keputusan berlaku mulai tanggal ditetapkan.
Sebelumnya, pemerintah bakal mendatangkan 400 juta dosis vaksin covid-19 di tahun 2021. 400 juta dosis ini akan didatangkan dari empat perusahaan dan negara yang berbeda.
100 juta akan didatangkan dari Sinovac, Tiongkok dan 100 juta dari Novavax perusahaan Amerika-Kanada. Pemerintah juga memesan 100 juta dosis dari Astrazeneca perusahaan asal Inggris dan sisanya dari Pfizer perusahaan gabungan Jerman dan Amerika.(OL-5)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved