Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DPR menilai wajar keraguan publik terhadap Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) pengganti Terawan Agus Putranto. Keraguan tersebut didasari pada latar belakang BGS yang bukan berprofesi sebagai dokter.
"Keraguan itu berasalan. BGS bukan dari kalangan kesehatan seperti Menkes sebelumnya," ujar Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Saleh Partaonan Daulay di Jakarta, Rabu (23/11).
Kendati demikian, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap BGS mampu menangani persoalan kesehatan. Terutama menangani wabah covid-19 yang merupakan tantangan terberat bagi seorang Menkes saat ini.
“Tapi banyak harapan dan ekspektasi dilekatkan di pundak BGS. Ada banyak tugas di Kemenkes perlu ditangani secara serius, dan juga persoalan covid-19,” pungkas Saleh.
Oleh karena itu, BGS harus mampu menjawab keraguan publik dengan betul-betul serius menangani pandemi covid-19 di sisi kesehatan. Pengalaman keorganisasian dan managerial BGS di bidang BUMN diyakni dapat menunjang penanganan covid-19.
“Bagi saya, pak Terawan itu sudah lumayan bagus, namun beliau tetap diganti. Kita semua berasumsi bahwa pak BGS pasti lebih bagus, itu tantangan yang harus dibuktikan oleh BGS,” katanya. (OL-13)
Baca Juga: Menkes Baru Harus Berani Naikan Iuran BPJS
Baca Juga: IDI Tidak Permasalahkan Menkes Baru Bukan Dokter
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya membangun learning organization bagi ASN sebagai fondasi penguatan kinerja dan daya adaptasi organisasi.
Pengangkatan Billy merupakan bagian komitmen PT Taspen dalam menghadirkan kepemimpinan profesional dengan pengalaman internasional dan lintas sektor.
Kondisi perekonomian dan persaingan industri yang kurang kondusif sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja.
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mencatatkan kinerja positif. Hingga November 2025, nilai penjualan produk yang dihasilkan mencapai Rp3,56 triliun lebih.
Kebijakan GSH merupakan langkah elegan sekaligus apresiasi kepada karyawan.
Transformasi dan kinerja positif tidak terlepas dari dukungan Danantara selaku pemegang saham seri B.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved