Selasa 22 Desember 2020, 01:15 WIB

WHO belum Bandingkan Respons Imunitas 10 Vaksin

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
WHO belum Bandingkan Respons Imunitas 10 Vaksin

AFP/NELSON ALMEIDA
Vaksin Sinovac

 

HINGGA saat ini, tidak ada dokumen dan informasi resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan telah membandingkan respons imunitas 10 kandidat vaksin, atau pernyataan bahwa vaksin Sinovac terendah sebagaimana ditampilkan dalam pemberitaan.

“Hal ini sudah kami konfirmasikan kepada pihak WHO di Indonesia. Sampai saat ini belum ada peng umuman tingkat efi kasi vaksin Sinovac, baik dari pihak produsen maupun badan pengawas obat di negara tempat dilakukannya uji klinik,” jelas juru bicara Vaksinasi Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Lucia Rizka Andalusia, dalam keterangan virtual, Minggu (20/12).

Selain itu, lanjutnya, informasi bahwa hanya Indonesia yang memesan vaksin Sinovac juga tidak tepat. Selain Indonesia, sejumlah negara lain telah memesan vaksin covid-19 dari Sinovac, seperti Brasil, Turki, Cile, Singapura, dan Filipina. Bahkan, Mesir juga sedang bernegosiasi untuk bisa memproduksi vaksin Sinovac di Mesir.

“Pemerintah telah menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa vaksinasi hanya dilakukan dengan vaksin yang aman, efektif, dan bermutu secepatnya,” tambahnya.

Sementara itu, seorang diaspora Indonesia yang bekerja sebagai tenaga kesehatan di Covid-19 Proactive Community Testing, University of Texas di Austin, Amerika Serikat, Dita Nasroel Chas, mengatakan, jangan takut dengan Sinovac ataupun Pfizer-BioNTech.

“Kedua-duanya adalah vaksin baru. Produsen dan developer tidak akan gegabah melempar produknya ke pasaran karena ada sanksi internasional penutupan perusahaan atau diblokade dari dunia biopharmaceutical yang sangat kecil ruang lingkupnya,” ujarnya dalam sebuah ulasan itu disampaikan melalui laman Facebook, yang juga banyak beredar melalui aplikasi pertukaran pesan (WA), kemarin.

Menurut Dita, rekan-rekan kerjanya dari bagian peneliti vaksin mengimbau agar masyarakat tidak ragu jika ada kesempatan divaksin. “Begitu ada kesempatan, langsung vaksin saja,” tutupnya.

Di tempat terpisah, Komisi IX DPR RI meyakini vaksin yang didatangkan dari Tiongkok menjadi langkah terbaik pemerintah untuk memutus penyebaran covid-19.

Vaksin tersebut akan diedarkan setelah melewati serangkaian proses pengujian oleh BPOM.

“Kami di Komisi IX di luar sebagai dokter, kami betul percaya kepada pemerintah dalam hal ini BPOM, Kementerian Kesehatan, dan pihakpihak yang terlibat (dalam vaksin covid-19),” ujar Ketua Komisi IX Felly Estelita Runtuwene.

Menurutnya, pemerintah tidak mungkin menginginkan rakyatnya celaka akibat disuntik vaksin covid- 19. (Fer/medcom.id/*/X-7)

Baca Juga

Dok. AMJO 3

Art Moments Jakarta Online 3 Hadirkan Malam Spesial untuk Pencinta Seni dan Fesyen

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 16:09 WIB
acara daringnya bergulir pada 10 Juni hingga 31 Agustus 2022 dan dapat diakses di...
ANTARA/Didik Suhartono

Kasus PMK: 283.606 Ekor Sapi Terjangkit PMK di 19 Provinsi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 29 Juni 2022, 16:09 WIB
Kasus dengan jumlah tertinggi di provinsi Jawa Timur sebanyak 114.921 kasus, NTB sebanyak 43.282...
ANTARA

Ini Fatwa MUI Tentang Hukum Hewan Kurban Saat Wabah PMK

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 29 Juni 2022, 15:52 WIB
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban Idul Adha tahun ini aman, nyaman sehingga tidak terlalu khawatir adanya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya