Sabtu 19 Desember 2020, 11:40 WIB

Menristek Minta BPTBA Cari Solusi Pencegahan Dini Stunting

Faustinus Nua | Humaniora
Menristek Minta BPTBA Cari Solusi Pencegahan Dini Stunting

ANTARA/ SIGID KURNIAWAN
STUNTING DI INDONESIA: Mural untuk kampanye stunting. Berdasarkan data saat ini angka stunting di Indonesia masih sebesar 27,9 persen.

 

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro meminta Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mencari solusi penanganan dan pencegahan stunting.

"Balai ini harus selalu berupaya mencari solusi penanganan dini, pencegahan stunting, karena ini adalah masalah yang krusial," ungkapnya dalam keterangan resmi saat mengunjungi BPTBA di Yogyakarta, kemarin (18/12).

Menristek menyebutkan, ketika anak-anak masuk usia sekolah dan masuk ketegori stunting, mereka akan kesulitan mengikuti pelajaran. Sehingga, harus ada perhatian khusus selama proses belajar. Tidak hanya pada makanan, menurut Bambang, sanitasi, air bersih, dan pangan bergizi juga penting diperhatikan. BPTBA sebagai Pusat Unggulan Iptek sekaligus sebagai unit koordinator Prioritas Riset Nasional (PRN) bidang pengolahan makanan pun harus menjalankan tugas tersebut.

"Pangan lokal harus diberdayakan, difortifikasi alias diberikan tambahan asupan gizi yang cukup sesuai kebutuhan. Juga bagaimana agar cocok dikonsumsi dan mencegah stunting, serta disukai anak-anak," ujarnya.

Menristek juga meminta BPTBA untuk mendorong UMKM masih sangat sedikit untuk bisa naik kelas. Dengan keunggulan dan berdasarkan penelitian tentang teknologi bada LIPI tersebut menjadi harapan inovasi UMKM nasional.

Selain itu, Bambang berharap BPTBA LIPI dapat mengembangkan metode deteksi halal yang lebih cepat dan akurat. BPTBA dapat mengembangkan sumber daya hayati lokal seperti coklat ataupun bahan obat yang bisa diolah menjadi makanan.

Deputi bidang jasa Ilmiah LIPI Mego Pinandito mengungkapkan bahwa BPTBA adalah salah satu satuan kerja dari 40 unit kerja penelitian di LIPI yang secara khusus menangani bidang pangan. Terkait pangan, fokus BPTBA adalah meneliti, mengembangkan, dan mengaplikasikan teknologi untuk memanfaatkan bahan alam untuk pangan dan pakan.

"Bahan alam yang diproses tanpa menggunakan pengawet, tidak hanya tanaman yang  ada di darat tetapi juga biota laut,” sambungnya.

Mego juga memberikan arahan kepada BPTBA untuk juga mengembangkan pangan berbahan organik. “Salah satu yang menjadi target renovasi laboratorium LIPI adalah mengembangkan pusat penelitian pengembangan produksi pangan dalam konteks halal,” pungkasnya.(H-1)

 

Baca Juga

Ist

Suasana Kelas Demokrastis Tumbuhkan Semangat Belajar Tinggi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 20:50 WIB
Tantangan terbesar dalam proses pembelajaran adalah bagaimana peserta didik, baik pelajar maupun mahasiswa memahamii apa yang...
DOK MI

LPP TVRI Raih Indeks Tertinggi Enam Kategori Program Acara

👤Widhoroso 🕔Jumat 03 Desember 2021, 20:42 WIB
LPP TVRI menorehkan prestasi dengan meraih indeks kualitas tertinggi lewat Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi Periode II Tahun...
Ist

Wujudkan Kota Humanis Bagi Disabilitas Butuh Dukungan Semua Pihak

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 20:16 WIB
Peringati Hari Disabilitas Internasional 2021, Baznas Bazis DKI Jakarta menggelar diskusi bersama para penyandang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya