Senin 14 Desember 2020, 16:00 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, Kemenkes Minta Masifkan Pelacakan Kontak

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Kasus Covid-19 Melonjak, Kemenkes Minta Masifkan Pelacakan Kontak

MI/Dwi Apriani
Ilustrasi pelacakan kontak kasus covid-19.

 

SEKRETARIS Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi melakukan Kunjungan Kerja dalam rangka Percepatan penanganan Covid-19 dan Persiapan Vaksinasi Covid-19 di Kota Ambon, pekan lalu. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa pelacakan kontak kasus harus dilakukan secara masif.

"Sign, Testing dan Treatment (STT) ini perlu dipatuhi oleh setiap daerah, testing dilakukan hanya untuk mereka yang bergejala,” tegas Oscar dalam keterangan resminya.

Ia menejelaskan, semua pihak perlu mematuhi Revisi 5 Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang sudah dijalankan. Jika daerah bingung, kata Oscar, lakukan komunikasi dengan pusat terkait Covid-19 ini.

Kemenkes mencatat selama beberapa minggu terakhir tren angka kasus Covid-19 di beberapa daerah mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Angka kasus aktif Maluku sendiri per tanggal 12 Desember adalah sebesar 19,34%.

Selain pelacakan, lanjut Oscar, pemerintah daerah perlu berkolaborasi untuk melakukan peningkatan kepatuhan protokol kesehatan 3M (Mencuci Tangan dengan Sabun, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak).

"Dalam pelaporan kasus Covid-19, Oscar menegaskan bahwa daerah harus bisa memberikan data realtime dengan aplikasi allrecord-tc19 agar tidak ada lagi ketidakcocokan data antara pusat dan daerah," cetus Oscar.

Pada bagian lain, ia juga memberikan apresiasi untuk daerah karena telah menyediakan lokasi-lokasi untuk isolasi mandiri bagi pasien tanpa gejala, yang tidak dapat melakukan isolasi di rumah.

Ke depan, Kemenkes meminta daerah bisa mengimplementasi secara luas aplikasi telesehat dan pemberdayaan telemedicine oleh nakes untuk pasien dengan faktor komorbid.

Saat meninjau kesiapan RS J Leimena dalam menangani kasus Covid-19, Oscar berpesan agar daerah berkolaborasi dengan visi misi yang baik dengan pusat. Mengingat operasional yang masih baru, ia berharap RSUP J Leimena dapat memberikan inovasi-inovasi baru untuk pelayanan medis.

“Bangunlah ekosistem pelayanan medis terpadu yang menunjang satu sama lainnya baik dengan KKP dan Pemerintah Daerah” kata Oscar.

Direktur Utama RS J Leimena dr. Celestinus Eigya Munthe mengatakan sejak dibuka pada bulan Mei 2020, RS J Leimena mulai menjalankan kegiatan operasional pelayanan kesehatan serta menjadi salah satu RS yang ditetapkan sebagai RS Rujukan Covid-19 untuk Maluku dan Maluku Utara. (H-2)

 

Baca Juga

MI/ Andri Widiyanto

82,59% Remaja Sudah Divaksinasi Lengkap

👤MGN 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:42 WIB
Sebanyak 25.520.583 remaja telah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah itu sama dengan 95,56 persen dari...
Ist

Rumah Sakit Premier Jatinegara Raih The Best Indonesia Hospital of The Year

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:12 WIB
Pada acara bertaraf internasional ini RS Premier Jatinegara berhasil meraih penghargaan dari Global Health Asia-Pacific Award 2022 kategori...
DOK MI.

Kapan Mulai Puasa Ayyamul Bidh 2022? Ini Penjelasan dan Tata Caranya

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 22:26 WIB
Puasa ayyamul bidh merupakan puasa sunah yang dijalankan setiap pertengahan bulan. Untuk Agustus jadwal puasa ayyamul bidh sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya