Jumat 04 Desember 2020, 08:00 WIB

Internet Bantu Perkenalkan Budaya dan Pariwisata Tana Toraja

mediaindonesia.com | Humaniora
Internet Bantu Perkenalkan Budaya dan Pariwisata Tana Toraja

MI/USMAN ISKANDAR
Sanggar tari Dao Sarira membuat konten youtube dan instagram tarian asli Toraja Sanda Oni di depan rumah khas Toraja atau Tongkonan.

 

SETELAH menempuh perjalanan darat selama 12 jam dari Bulukumba, Tim Ekspedisi Bakti untuk Negeri Sulawesi Selatan tiba di Tana Toraja. Di sini, tim melihat bagaimana internet telah membantu berbagai aktivitas masyarakat seperti media edukasi untuk memperkenalkan adat istiadat serta seni budaya khas Toraja.

Tempat pertama yang disinggahi ialah Desa Kete Kesu. Ini merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di Kabupaten Toraja Utara. Selain sebagai objek wisata, Kete Kesu termasuk satu dari 32 wilayah adat masyarakat Toraja.

Di Kete Kesu terdapat enam buah rumah adat tongkonan serta dua belas lumbung padi yang sudah berusia lebih dari 300 tahun. Para pengunjung Kesu juga bisa menjelajahi komplek permakaman kuno suku Toraja berupa makam makam goa dan tebing batu yang diyakini sebagai pemakaman tertua di dunia.

Menurut Ketua Dewan Adat Toraja sekaligus Ketua Yayasan Kesu, Layuk Sarungallo, Kete Kesu bukan hanya tempat wisata budaya. Kesu memiliki nilai sejarah panjang berkaitan dengan awal mula peradaban masyarakat Toraja.

“Semua orang mau lepas landas, tetapi kami orang Toraja jangan ditinggalkan (di) landasan. Kami harus ikut teknologi apa pun. Banyak anggota orang Toraja, pejabat adat Toraja yang ke luar negeri, ke Belanda, ke ­Amerika Serikat supaya mulai ada masukan atau usulan,” kata pria kelahiran 1947 ini.

Beragam cara pun dilakukan oleh setiap generasi untuk mempertahankan sekaligus memperkenalkan budaya Toraja, salah satunya melalui fotografi. Seorang fotografer asli Toraja, Endy Allorante, gemar menjelajah ke wilayah adat yang belum tereksplorasi untuk memotret adat istiadat dan bentang alam Toraja. Hasil jepretannya pun dibagikan di berbagai kanal media sosial.

“Untuk dunia fotografi kami sangat memerlukan internet untuk mempromosikan tempat-tempat ini. Kalau kita hunting sampai ke pelosok hampir semua wilayah di Toraja sudah terjangkau internet. Tinggal sedikit lagi yang blank spot,” ujar Endy.

Selanjutnya, tim ekspedisi melihat pemanfaatan internet dalam mengembangkan promosi kopi Toraja oleh UMKM lokal. Tim mengunjungi sebuah kedai kopi di Toraja Utara bernama Kedai Kopi Kaana.

Kopi Toraja sendiri telah mendapat predikat kopi specialty melalui uji cupping atau observasi kualitas kopi. Pemilik kedai, Yeheskiel Pongrekun, tak hanya memperhatikan kualitas cita rasa kopi yang diproduksinya, tapi ia juga menggunakan teknik roasting atau sangrai biji kopi yang modern dan ramah lingkungan. Mesin roasting digerakkan oleh aliran listrik yang dihasilkan dari putaran kincir air.

Selain mengeksplor Toraja Utara, tim ekspedisi juga mengunjungi Kabupaten Tana Toraja. Pusat kotanya berada di Kecamatan Makale. Di sini terdapat landmark dari Tana Toraja, yakni Patung Yesus Memberkati. Monumen ini tengah dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata religi di Toraja.

Adapun pembangunan infrastruktur internet di Tana Toraja berperan dalam mendukung pariwisata Tana Toraja. Dari 19 kecamatan di Tana Toraja, 17 di antaranya telah terjangkau jaringan 4G. Namun, cakupan 4G di setiap kecamatan masih belum merata.

Untuk menunjang kebutuhan dasar masyarakat di kecamatan yang masih blank spot, Bakti Kominfo membangun perangkat jaringan internet berupa VSAT di Kantor Kecamatan Mappak dan Kecamatan Simbuang pada 2019. (Ifa/S2-25)

Baca Juga

DOK MI

Kolaborasi BKM-PII dengan Perguruan Tinggi akan Hasilkan Inovasi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:45 WIB
Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan bisa menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi...
ANTARA

Pendidikan Vokasi akan Mengembangkan Bakat Spesifik Siswa

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 25 Januari 2021, 22:59 WIB
Perkembangan pesat teknologi telah menghilangkan banyak profesi sekaligus melahirkan profesi-profesi baru yang membutuhkan bakat spesifik....
Ist

Awas, Hidden Hunger Ganggu Tumbuh Kembang Anak

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 22:00 WIB
Orangtua perlu memperkaya pengetahuan dan kreativitas dalam memenuhi nutrisi seluruh keluarga dengan menyertakan bahan-bahan bergizi di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya