Minggu 29 November 2020, 10:30 WIB

Puncak La Nina, Kepala BMKG Ingatkan Potensi Bencana Akhir Tahun

Zubaedah Hanum | Humaniora
Puncak La Nina, Kepala BMKG Ingatkan Potensi Bencana Akhir Tahun

AFP
Ilustrasi cuaca ekstrem

 

PUNCAK La Nina akan datang bersamaan dengan puncak musim hujan pada Desember 2020 dan Januari 2021. Karena itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah untuk mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi menyongsong periode Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, prakiraan curah hujan khusus Nataru pada Desember 2020 sampai Januari 2021 diprediksi mencapai lebih dari 300mm/bulan. Bahkan sampai bulan Maret 2021 masih akan ada di musim hujan.

Fenomena La Nina dengan intensitas lemah hingga moderat berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan antara 20-40% dari normalnya.

"Jadi kesimpulannya adalah periode Nataru 2020/2021 ini akan ada di musim hujan dengan intensitas yang tinggi. Oleh karena itu kami himbau untuk selalu waspada, terutama di wilayah-wilayah yang memang merupakan titik rawan bencana seperti banjir dan longsor," jelasnya seperti dikutip dari laman resmi BMKG.

Imbauan itu juga disampaikannnya kepada anggota DPR saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RRI bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, serta Korlantas Polri dalam pembahasan mengenai kesiapan infrastruktur dan transportasi terkait libur Natal 2020 & Tahun Baru 2021 ditengah Pandemi Covid-19, 25 November 2020.

BMKG sendiri, kata Dwikorita, telah menyiagakan sejumlah posko untuk mendukung pelaksanaan Natal dan Tahun Baru nanti. Nantinya, Posko BMKG di tingkat nasional bergabung dengan Kementerian Perhubungan. Kemudian ada juga posko gabungan di Dermaga 2 Pelabuhan Merak, serta di tingkat provinsi juga ada posko gabungan di 13 pelabuhan dan 96 bandara yang operasionalnya 24 jam.

BMKG melalui Balai Besar MKG dan UPT di daerah juga melakukan sosialisasi secara gencar dan masif untuk mengantisipasi dampak La Nina tahun 2020/2021.

Kepada seluruh mitra K/L, pemerintah daerah, dan stakeholder, BMKG meminta agar mereka segera mengintegrasikan sistem data dan informasi demi menunjang keselamatan transportasi masyarakat selama Nataru 2020/2021, termasuk Sistem Peringatan Dini Cuaca, Iklim, Gempabumi-Tsunami secara masif.

"Selain itu, juga perlu dirumuskan rencana aksi sebagai tindak lanjut atas peringatan dini cuaca/iklim ekstrem sesuai SOP masing-masing instansi pendukung dalam rangka Nataru 2020/2021," sergah Kepala BMKG.

Secara khusus, Komisi V DPR RI meminta kepada BMKG dan Basarnas untuk terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait kondisi cuaca yang disebabkan oleh La Nina, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana sedini mungkin. (H-2)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Perpusnas Kolaborasi dengan Kampus Kembangkan SDM Perpustakaan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 01:30 WIB
Kerja sama tersebut dituangkan dalam perjanjian kerja sama (PKS) antara Perpusnas dengan Politeknik STIA LAN...
ANTARA/AMPELSA

Masyarakat Harus Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

👤Budi Ernanto 🕔Selasa 19 Januari 2021, 23:35 WIB
Masih banyak yang abai menerapkan protokol...
Istimewa

Alat Diseminasi BMKG Rilis Info Gempa Susulan Mamuju dalam 3 Menit

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 19 Januari 2021, 22:55 WIB
BMKG belum bisa menyimpulkan kapan gempa susulan akan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya