Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Komodo yang diwakili Yayasan Sunspirit Indonesia meminta Komisi IV DPR untuk mengkaji ulang rencana pembangunan Geopark Komodo. Ini akan dibangun di Wisata Alam Loh Buaya Pulau Rinca Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kami meminta pembangunan ini dikaji ulang dulu dengan melibatkan ahli, organisasi lingkungan, masyarakat setempat, dan para pelaku wisata agar kita bisa memutuskan mana yang bisa dilanjutkan dan yang dihentikan," kata Ketua Yayasan Sunspirit Indonesia, Venansius Haryanto Akbar, saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi IV DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/11).
Hal itu karena pulau-pulau yang dihuni oleh komodo merupakan lahan konservasi bukan investasi walaupun sudah di zona pemanfaatan. Keberadaan aktivitas manusia yang tinggi di sekitar habitat komodo akan menganggu kehidupan satwa tersebut.
Venansius juga meminta selama diskusi dengan berbagai pihak, rencana pembangunan Geopark tersebut dihentikan dulu. Pemerintah berencana akan menyulap Kawasan Loh Buaya menjadi wisata premium dengan fasilitas wisata kuliner mewah, mooring buoy, helipad, pemasangan jaringan dan kabel bawah laut, dan pembangkit listrik tenaga diesel.
Selain itu, Venansius mengungkapkan pihak swasta telah membangun resor atau penginapan kelas premium di Pulau Padar NTT. "Sejak 2018 tuntutan kami ialah mencabut izin dan peraturan yang menjadi payung legitimasi, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 38 Tahun 2019," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi mengatakan perihal permasalahan agraria telah terjadi di berbagai daerah, termasuk Pulau Komodo dan suku adat lain.
"Kalau ingin menyelamatkan komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca harus menyelamatkan juga warganya. Hal itu rasional. Yang irasional ialah orang yang baru datang menguasai tanah di sana dan menyingkirkan warga sana. Itu irasional," ungkapnya. (OL-14)
Kemenhut bersama Polri berhasil menggagalkan aksi perburuan liar bersenjata di kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur.
Program ini dilaksanakan secara komprehensif, mulai survei lahan, pemilihan jenis mangrove, hingga monitoring pertumbuhan secara berkala untuk memastikan kelangsungan hidup pohon.
SEEKOR Komodo remaja ditemukan mati di ruas jalan antara Kampung Kenari menuju Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kementerian Kehutanan menghargai perhatian publik atas rencana pembangunan sarana dan prasarana wisata alam oleh PT Komodo Wildlife Ecotourism (PT KWE) di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo.
KOMODO gemoy atau disingkat Komoy menghadirkan ikon ekonomi kreatif khas Indonesia Timur. Kali ini, Komoy beraksi di tengah rangkaian acara untuk anak-anak di Maluku City Mall (MCM).
Delapan wisatawan yang berlayar bersama KM Monalisa 1 berhasil diselamatkan kru KM Tsamara yang kebetulan melintas di lokasi yang sama.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengawal proses pemulangan 13 korban dugaan TPPO asal Jabar yang ditemukan di Kabupaten Sikka.
Dalam perkara ini, penyidik Polres Belu menerapkan Pasal 473 ayat (4) KUHP sebagaimana disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
Polres Belu ungkap kronologi kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Atambua, NTT.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan mendampingi 12 warga Jabar dalam menghadapi kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved