Senin 23 November 2020, 00:14 WIB

Pengelolaan Mangrove untuk Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Atalya Puspa | Humaniora
Pengelolaan Mangrove untuk Pemulihan Ekonomi Masyarakat

ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Ilustrasi penanaman mangrove

 

PROGRAM Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakan respon kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional serta mendukung kebijakan keuangan negara. Salah satu program PEN di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan diterjemahkan dalam Program Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM).

Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus perekonomian bagi masyarakat di sekitar ekosistem mangrove dan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional melalui pemberian kesempatan untuk berusaha dan melakukan aktivitas yang dapat memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat serta ekosistem mangrove.

"Kegiatan PKPM ini juga merupakan bentuk tugas dan tanggung jawab pemulihan ekosistem mangrove. Dengan slogan Mangrove Lestari Masyarakat Sejahtera, diharapkan kegiatan RHL Padat Karya Penanaman Mangrove dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar ekosistem mangrove dan juga menjadi ekosistem mangrove semakin lestari," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Apik Karyana dalam keterangan resmi, Minggu (22/11).

Pada wilayah BPDASHL Citarum Ciliwung, kegiatan PKPM dilaksanakan di tiga provinsi yaitu Provinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Adapun luas total 513,58 Ha dengan sistem intensif, pengkayaan dan sylvofisery.

Persebaran luasan PKPM tersebut terdiri dari Provinsi DKI Jakarta, yang dilaksanakan pada Kota Jakarta Utara seluas 20,05 Ha, Provinsi Banten, yang dilaksanakan di Kota Serang seluas 20,17 Ha, Kabupaten Serang seluas 102,43 Ha dan Kabupaten Tangerang seluas 159,15 Ha, serta Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan pada Kabupaten Bekasi seluas 46,52 Ha, Kabupaten Karawang seluas 85 Ha dan Kabupaten Subang seluas 70, 26 Ha.

Baca juga: Mangrove Lestari, Masyarakat Sejahtera

Khusus pada lokasi Kabupaten Karawang tepatnya di Desa Karya Bakti, Kecamatan Batu Jaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, RPH Pakis/Cikeruh, BKPH Cikiong, KPH Purwakarta, Petak 9 dan 12 dengan jumlah tanaman 187.000 batang bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mina Wana Karya dan masyarakat Desa Karya Bakti Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang.

Sampai saat ini secara fisik sudah mencapai 85 Ha (100%) dengan melibatkan 133 orang tenaga kerja yang terdiri dari 21 orang anggota LMDH Mina Wana Karya dan 112 masyarakat Desa Karya Bakti Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang.

Kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove meliputi Penyusunan Rancangan Teknis Sederhana, Pelaksanaan Kegiatan Penanaman, Pengadaan insentif Silvofishery serta Monitoring dan Evaluasi. Pelaksanaan mangrove memperhatikan beberapa faktor penunjang keberhasilan, ombak dan kesesuaian jenis dengan lingkungannya/zonasi serta keterlibatan masyarakat setempat.(OL-5)

Baca Juga

Antara/Nyoman Hendra

Oktober, Kunjungan Wisman ke RI Hanya 158 Ribu Orang

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 01 Desember 2020, 18:57 WIB
BPS melaporkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih landai. Kondisi itu dipengaruhi pandemi covid-19 dan kebijakan...
ANTARA/Fakhri Hermansyah

Kemendikbud: Pembelajaran Tatap Muka 2021 Bagi Sekolah yang Siap

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 01 Desember 2020, 18:30 WIB
 Pembelajaran tatap muka bukan diwajibkan namun dimungkinkan dengan memenuhi seluruh syarat yang ditetapkan dalam SKB 4...
Istimewa

PFN Gelar VVF 2020 Picu Kreatifitas Perempuan saat Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 18:05 WIB
PERUSAHAAN Umum Produksi Film Negara kembali menggelar Vital Voices Festival 2020 bertema Percepatan Pemulihan Ekonomi Bersama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya