Minggu 15 November 2020, 14:25 WIB

Dukung UMKM, Tarif PNBP Pendaftaran Produk Obat Dipangkas 50%

Zubaedah Hanum | Humaniora
Dukung UMKM, Tarif PNBP Pendaftaran Produk Obat Dipangkas 50%

Antara
Kepala Badan POM Penny Lukito

 

USAHA Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memegang peran strategis dalam menyediakan kebutuhan untuk kesehatan masyarakat Indonesia, seperti obat tradisional dan pangan. Karena alasan itu, pemerintah memfasilitasi sejumlah kemudahan berusaha yang bisa dimanfaatkan lewat UU Cipta Kerja.

“Badan POM bersama Kementerian/Lembaga terkait dan Pemerintah Daerah terus berupaya menjangkau dan mendampingi agar UMKM Indonesia berdaya saing, sehingga roda ekonomi dapat terus berjalan. Selain itu, UU Cipta Kerja yang telah disahkan juga merupakan komitmen Pemerintah untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui mekanisme percepatan perizinan,” sebut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito, dalam rilisnya.

Menurutnya, dukungan penuh Badan POM terhadap UMKM antara lain diwujudkan dengan memberikan insentif kemudahan melalui berbagai upaya percepatan, penyederhanaan, dan pendampingan intensif kepada UMKM.

"Terdapat keringanan tarif sebesar 50% atas Penerimaan Negara Bukan Pajak bagi pendaftaran produk Usaha Mikro Kecil (UMK) pangan olahan dan Usaha Menengah Obat Tradisional (UMOT)," ungkap Penny.

Badan POM juga melakukan bimbingan teknis dan konsiltasi langsung yang bersifat pro-aktif dalam rangka Sertifikasi Cara Pembuatan yang Baik, registrasi produk agar dapat memenuhi persyaratan sehingga dapat mendukung percepatan dalam mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE).

Penny menuturkan, Badan POM tidak dapat bergerak sendiri. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak agar daya saing produk UMKM dapat terus ditingkatkan sehingga produk-produk UMKM kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bahkan mampu menembus pasar global.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2018 terdapat 1,9 juta industri manufaktur makanan dan minuman skala kecil dan mikro atau 99,6% dari seluruh industri manufaktur makanan dan minuman di Indonesia. Sektor makanan dan minuman menjadi penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) industri non migas terbesar (34%). (H-2)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

89.715 Jemaah Sudah Melunasi Bipih dan Siap Berangkat ke Tanah Suci

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 11:04 WIB
“Sampai ditutup kemarin sore, total 89.715 jemaah telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan. Artinya, sudah 97,26% dari...
Dok Kemenag

Gus Yaqut Bertemu Menteri Haji Arab Saudi Bahas Persiapan Haji

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:46 WIB
Yaqut menyampaikan kehadirannya di Jeddah atas arahan dari Presiden Joko Widodo. Tujuannya, untuk memastikan kesiapan dan kualitas layanan...
AFP

Kapan Orang Sehat Perlu Buang Air Kecil?

👤Muhamad Fauzi 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 09:45 WIB
DORONGAN untuk buang air kecil dimulai saat kandung kemih terisi sekitar 0,8-1,5 cangkir (200 hingga 350...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya