Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rianto Setiabudi menegaskan bahwa masyarakat yang mengikuti uji klinis vaksin covid-19 bukan merupakan kelinci percobaan.
"Pengembangan vaksin itu misi kemanusiaan. Kita sebagai bagian dari masyarakat dunia. Kita tidak bisa hanya menunggu dan terima jadi. Karena itu, tanggung jawab kemanusiaan ini harus kita pikul bersama sebagai bagian dari masyarakat dunia," kata Rianto dalam webinar yang diadakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Selasa (3/11).
Baca juga: Libur Akhir Pekan Lalu Berpotensi Timbulkan Lonjakan Covid-19
Rianto menjamin bahwa uji klinis dilakukan dengan pengawasan berlapis, mulai dari pengawasan yang dilakukan oleh komisi etik penelitian kesehatan, sponsor, hingga otoritas negara seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).
"Subjek penelitian akan dijaga dengan pagar berlapis-lapis untuk menjaga keselamatan mereka," tegasnya.
Untuk itu, Ia menilai semestinya miskonsepsi di tengah masyarakat terkait subjek penelitian vaksin tidak terjadi. Pasalnya, penelitian terhadap manusia memang harus dilakukan untik memastikan kemanan suatu produk sebelum diproduksi secara masal.
Terpisah, Spesialis Mikrobiologi Klinik Budiman Bela menerangkan, uji klinis vaksin covid-19 yang dilakukan saat ini bertujuan untuk melihat respon antibodi terhadap vaksin.
"Nanti kita akan melihat membandingkan mereka yang divaksin dan tidak bagaimana respon antibodinya. Ini kan belum keluar hasilnya. Kita lihat prosesnya," bebernya.
Namun begitu, dirinya memastikan hingga saat ini tidak ada subjek yang mengalami efek yang fatal maupun berbahaya. Ia juga meyakini bahwa uji klinis tersebut dilakukan secara hati-hati. (H-3)
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan influencer Ruce Nuenda yang keluyuran atau beraktivitas di ruang publik saat sakit campak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved