Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, Hari Sumpah Pemuda tidak bisa lepas dari lahirnya perempuan sebagai Ibu Bangsa.
"Dua bulan setelah peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, para perempuan Indonesia menginisiasi pembentukan Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia atau PPI," ujar Giwo dalam webinar memperingati Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, Rabu (28/10).
PPI tersebut merupakan cikal bakar berdirinya Kongres Wanita Indonesia atau Kowani yang merupakan organisasi perjuangan perempuan di Indonesia.
Perempuan sebagai Ibu Bangsa memiliki tugas untuk melahirkan generasi yang kreatif, inovatif dan berdaya saing.
Dia menambahkan semangat yang terkandung dalam peristiwa Sumpah Pemuda yakni bertumpah darah satu yakni Indonesia, berbangsa satu yakni bangsa Indonesia dan menjunjung tinggi bahasa persatuan yakni Bahasa Indonesia juga menjadi semangat bagi perempuan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
"Cita-cita mengenai Ibu Bangsa dicetus pada 1935 atau 10 tahun sebelum Indonesia merdeka. Perempuan sebagai Ibu Bangsa tetap relevan sepanjang zaman," tambah dia.
Baca juga : Hari Sumpah Pemuda, Gerakan Pramuka Gelar Apel Relawan Covid-19
Untuk mewujudkan perempuan sebagai Ibu Bangsa bukanlah hal yang mudah. Sehingga perlu gotong royong dalam mewujudkan cita-cita mulia itu.
Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan, mengatakan Kowani bergerak sejak lama, memiliki daya dan kekuatan untuk ikut membangun bangsa dan negara.
"Bahkan dalam situasi sulit seperti saat ini, Kowani hadir memberikan solusi," kata Restu.
Dalam kesempatan itu, Restu mengajak para perempuan Indonesia untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia pada generasi muda, baik melalui dongeng maupun media lainnya.
"Indonesia mempunyai kekayaan budaya yang sangat banyak, dunia mengakuinya. Sebut saja Borobudur, berbagai tarian dan lainnya. Ada banyak cerita-cerita dengan karakter Indonesia, ada dongeng panji, ada wayang. Itu semua harus kembali dikenalkan kepada generasi muda kita dan saya berharap peran ibu-ibu untuk memulainya," imbuh Restu. (Ant/OL-7)
SETIAP 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berikrar untuk bersatu: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.
Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali pentingnya pemulihan kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang menopang kehidupan di wilayah hilir.
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam sejarah, Sumpah Pemuda 1928 dapat dibaca sebagai upaya membangun imajinasi kolektif di bawah kondisi keterpecahan dan penindasan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved