Selasa 27 Oktober 2020, 22:28 WIB

Menristek: Faktor Keamanan Jadi Pertimbangan Utama Vaksin Covid-19

Antara | Humaniora
Menristek: Faktor Keamanan Jadi Pertimbangan Utama Vaksin Covid-19

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menristek/Badan Ristek dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro

 

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan vaksin COVID-19 yang dikembangkan dalam negeri harus terjamin aman, yang merupakan kriteria utama vaksin.

"Kalau kita bicara kriteria vaksin kita coba buat 'list'-nya (daftarnya) maka di nomor 1 yang harus benar-benar dipenuhi sebelum kita mulai bicara yang nomor 2 nomor 3 dan seterusnya, nomor satunya itu adalah keamanan," kata Menristek dalam konferensi pers virtual yang diadakan di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Selasa.

Uji klinis tahap 1, 2 dan 3 harus dilakukan untuk memastikan bahwa vaksin yang dihasilkan adalah vaksin yang aman. Aman berarti vaksin tidak menimbulkan efek samping di luar toleransi atau yang bisa mengancam nyawa manusia yang menerima vaksin.

Vaksin Merah Putih yang dikembangkan dalam negeri juga harus melalui berbagai uji klinis mulai tahap 1 sampai tahap 3 untuk menjamin vaksin tersebut aman bagi manusia.

"Ini aman kalau disuntikkan atau diberikan kepada manusia tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan yang serius apalagi sampai mengganggu nyawa atau berbahaya untuk nyawa manusia," tuturnya.

Menristek mengatakan prinsip kehati-hatian sangat dikedepankan dalam uji klinis tahap 1, 2 dan 3.

Sebagai contoh, pada uji klinis vaksin yang dikembangkan AstraZeneca, ketika ada satu dari sekian ratus relawan yang mendapatkan vaksin COVID-19 bermasalah maka mereka langsung mengedepankan kehati-hatian dengan memberhentikan sementara uji klinis.

Kemudian, dilakukan penelitian dan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang diderita relawan tersebut apakah disebabkan oleh vaksin atau yang lain.

"Kalau memang dipastikan bahwa itu bukan karena vaksin, baru uji coba dilanjutkan. Jadi intinya kami akan juga menerapkan kehati-hatian serupa ketika nanti kita masuk tahap uji klinis di Indonesia untuk vaksin Merah Putih," ujar Menristek Bambang.(OL-4)

Baca Juga

DPR

Anggota DPR Beri Catatan untuk Distribusi Vaksin Covid-19

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 29 November 2020, 14:30 WIB
ANGGOTA Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih memberi catatan penting terhadap distribusi vaksin Covid-19 yang menjadi salah satu harapan...
Antara

Menristek : Pengelolaan SDM Jadi Titik Tumpu Riset

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 29 November 2020, 13:30 WIB
Terjadi perubahan arah riset, bukan hanya sekadar memberdayakan tapi harus bisa menopang...
MI/Ramdani

2.253 Pasien Penuhi Ruang Rawat Inap RSD Wisma Atlet

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 29 November 2020, 13:26 WIB
Jumlah pasien rawat inap covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran terus mengalami...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya