Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT kanker payudara tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik tetapi juga psikis penderitanya. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat yang juga sempat menderita kanker payudara mengatakan ada dua jenis depresi/stres pada penderita kanker. Pertama yang disebabkan oleh faktor kejiwaan, ketidaksiapan mental, kurang dukungan, dan kurang memahami informasi seputar penyakit yang diderita. Sedangkan yang kedua yaitu stres karena pengaruh obat.
“Ada hal yang tidak bisa dihindari oleh semua orang, sekuat-kuatnya orang itu, sepaham-pahamnya orang itu pada penyakitnya, satu hal yang tidak bisa dihindari yaitu perasaan depresi, down, dan putus asa yang terjadi akibat obat,” kata wanita yang akrab disapa Rerie ini dalam webinar, Sabtu (24/10).
Rerie menuturkan, untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya, ia harus menjalani kemoterapi sebanyak enam kali, radiasi 28 kali, dan terapi DNA yang masih berlangsung. Selama pengobatan, Rerie sempat mengalami stress hingga menimbulkan rasa takut yang berlebihan pada dirinya.
Menurutnya, agar dapat memulihkan kondisi psikis penderita kanker dibutuhkan dukungan keluarga, masyarakat, dan konseling dari ahli.
“Mungkin ke depan ini juga bisa menjadi salah satu masukan bagi lembaga-lembaga pendidikan. Bagaimana menyiapkan tenaga-tenaga yang mehami masalah ini (psikis penderita kanker),” tuturnya.
Baca juga: Faktor Risiko Kanker Payudara Bisa Dihitung
Dalam kesempatan berbeda, Co-founder Love Pink Indonesia sekaligus penyintas kanker payudara Madelina Mutia sempat terkejut dan bingung saat dokter menyarankannya agar melakukan mastektomi atau pengangkatan payudara untuk menyembuhkan penyakit yang diderita. Sebab, sebagai seorang wanita payudara merupakan bagian tubuh yang cukup penting.
Namun, pada akhirnya Muti melakukan apa yang disarankan dokter demi kesembuhannya.
“Setelah operasi, nggak kerasa sakit. Tapi merasa ada sesuatu yang hilang,” ujar Muti.
Muti mengatakan, hal yang dapat membuatnya menerima keadaan adalah dukungan dari keluarga, teman, dan informasi yang memadai. Membaca referensi yang diberikan teman dan rajin berkonsultasi dengan dokter, membuat Muti yakin kanker payudara dapat disembuhkan, meski ada saat di mana perasaannya tidak stabil.
“Kita harus jadi pasien yang pintar, harus kritis, jadi kita bisa mendapat informasi yang benar sehingga bisa mengurangi kekhawatiran dan bisa mempercepat seseorang masuk pada tahap acceptance (menerima keadaan),” pungkasnya.(OL-5)
Insinyur Katie Weimer kembangkan teknologi biotissue cetak 3D untuk rekonstruksi payudara. Solusi alami tanpa risiko implan industri bagi penyintas kanker.
Ketika diuji di laboratorium pada sel kanker payudara, senyawa ini banyak masuk dan terakumulasi di sel kanker payudara yang memiliki reseptor estrogen positif.
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 terdapat sekitar 40 dari 100.000 perempuan di Indonesia yang didiagnosis dengan kanker payudara.
Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah.
Studi 11 tahun di tujuh pusat layanan kesehatan New York menunjukkan seperempat kasus kanker payudara terjadi pada perempuan usia 18-49 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved