Rabu 14 Oktober 2020, 04:53 WIB

Berharap Bangkit dari Pelatihan Memasak

Tosiani/X-8 | Humaniora
Berharap Bangkit dari Pelatihan Memasak

MI/TOSIANI
Warga Kecamatan Kedu yang perekonomiannya terdampak covid-19 mengikuti pelatihan memasak yang diselenggarakan SMK Negeri 2 Temanggung

 

SECERCAH harapan terpancar dari mata Wiwin, 45, warga Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, saat menerima pelatihan memasak dari para koki SMK Negeri 2 Temanggung, kemarin. Ia berdiri di satu sudut aula Makukuhan di Kecamatan Kedu yang menjadi lokasi pelatihan hari itu. Dengan tekun Wiwin mengikuti arahan para koki pembimbing dan mempraktikkannya. “Sebentar lagi membuat kue bolen pisang kesukaan saya,” bisiknya di sela pelatihan.

Kendati ia berasal dari daerah Bandung yang terkenal sebagai produsen bolen pisang, diakui Wiwin, ia tidak memiliki kemampuan membuat kue itu. Setelah menikah dan tinggal dengan suami dan anaknya di Temanggung, Wiwin lebih disibukkan dengan urusan rumah tangga. “Baru setelah usaha suami sepi orderan dan anak saya dirumahkan dari pekerjaannya, saya terpikir untuk menjalani berbagai usaha seperti membuat kue untuk menopang ekonomi keluarga,” tutur Wiwin.

Diceritakannya, selama delapan bulan terakhir, usaha percetakan suaminya sepi terdampak pandemi korona. Biasanya dalam sebulan ia bisa mendapatkan Rp500 ribu-Rp1 juta dari membuat suvenir dan sablon, tetapi selama pandemi anjlok menjadi paling banyak Rp300 ribu sebulan.

“Apalagi, anak saya yang biasanya membantu ekonomi keluarga juga dirumahkan dari pekerjaannya. Kehidupan kami sangat sulit. Makanya saya sangat bersemangat ikut pelatihan ini agar bisa menerima pesanan kue,” tutur Wiwin.

Tini, 65, warga lainnya, mengaku ingin memperdalam kemampuannya membuat kue sehingga ikut pelatihan memasak. Selama ini ia sudah
menerima pesanan tiap kali ada arisan mau perkumpulan warga di desanya.

Ketua Pelaksana Cooking Class untuk warga terdampak covid-19 dari SMKN 2 Temanggung, Dian Kristanti, berharap warga yang menerima pelatihan memasak dapat mengembangkan kemampuannya. Dengan demikian, mereka dapat menjadikan memasak sebagai nilai tambah ekonomi keluarga untuk keluar dari krisis.

Ketua Kompetensi Keahlian Tata Boga SMK Negeri 2 Temanggung Sri Sugiyarti menambahkan pelatihan memasak kali ini diberikan kepada 18 ibu rumah tangga yang perekonomian keluarga mereka terdampak pandemi. Tujuannya ialah agar mereka dapat membantu menopang ekonomi keluarga sehingga bisa secepatnya keluar dari krisis.

Kepala Desa Kedu Teguh menyebutkan, dari total 2015 kepala keluarga di desanya, 1.041 terdampak pandemi secara ekonomi. Mereka ialah petani yang nilai jual hasil pertanian jatuh serta para buruh serabutan. “Kami memang mengajukan permintaan pelatihan memasak kepada SMK 2 agar ekonomi warga kami terbantu,” ucap Teguh. (Tosiani/X-8)

Baca Juga

Dok. Tokocrypto

Kolaborasi dengan BenihBaik.com, Tokocrypto Salurkan Bantuan Kepada Tenaga Kesehatan Covid-19 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 23:53 WIB
Kampanye Lelang Kebaikan tersebut merupakan rangkaian lelang melalui media sosial Tokocrypto yang mengajak para figur publik melelang...
Istimewa

Osteoporosis, Silent Epidemi yang Terabaikan

👤Zubaedah Hanum 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 21:50 WIB
HARI Ostoeporosis Sedunia diperingati setiap 20 Oktober untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit yang menyerang kesehatan tulang pada...
ANTARA/AMER HILABI

Kesthuri Sebut Kerajaan Arab Saudi Siap Terima Jemaah Umrah Indonesia

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 20:52 WIB
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia menyampaikan informasi bahwa Kerajaan Arab Saudi sudah sangat siap menerima umrah dari...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya