Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 telah menimbulkan banyak permasalahan. Namun di sisi lain, pandemi tersebut telah mengakselerasi pendidikan daring yang memungkinkan seseorang belajar tanpa batas untuk meningkatkan kualitas diri.
Topik tersebut menjadi pembahasan utama pada webinar bertajuk ‘Opportunity during the Pandemic: The Future of Education is Borderless’yang diselenggarakan Rajawali Global Education. Rajawali Global Education merupakan sarana untuk mengimplementasikan program pendidikan pembelajaran online yang dikembangkan oleh oleh Rajawali Foundation bekerja sama dengan Thunderbird School of Global Management dari Arizona State University.
Baca juga: Covid-19 dan Pembelajaran Daring
“Hari ini kita menghadapi masa-masa sulit, namun kita melihat masa depan cerah pendidikan kita,” kata Dr. Sanjeev Khagram, Direktur sekaligus Dekan Thunderbird School of Global Management saat membuka webinar tersebut bersama YW Junardy, Komisaris Rajawali Corpora dan Pembina dari Rajawali Foundation.
Ketua Wali Amanat Universitas Padjajaran sekaligus Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, yang menjadi salah satu panelis webinar itu mengungkapkan, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang sangat mumpuni untuk mengejar berbagai ketertinggalan, termasuk di bidang.
Menurutnya, itulah sebabnya digitalisasi menjadi salah satu aspek terpenting yang perlu menjadi fokus institusi akademik. Selain itu, diperlukan juga kerja sama antarinstitusi pendidikan, termasuk dengan perguruan tinggi asing yang berkualitas.
Panelis selanjutnya, Senior Partner dari PRI for People Matters PT Profesindo Reksa Indonesia (PRI) - Arghajata Alliance Partner, Pri Notowidigdo, menilai bahwa pembelajaran menggunakan sistem daring melahirkan pembelajaran yang inovatif dan tanpa batas.
“Semua orang memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk bisa mempelajari hal-hal baru yang dapat melahirkan inovasi dan kreativitas, untuk disumbangkan kepada organisasi tempat bekerja,” paparnya.
Pembicara terakhir, Direktur Human Capital PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Tbk. dan Ketua Forum Human Capital Indonesia (FHCI), Herdy Harman, menekankan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi kemajuan sebuah negara.
“Covid-19 adalah CTO (Chief Transformation Officer) yang paling efektif, karena mampu mempercepat pendidikan daring. Sebelumnya sulit sekali, tapi sekarang semua orang bisa melakukan pendidikan daring,” ucap dia.
Menutup webinar, Dr. Jonathan Pincus, Academic Chancellor dari Rajawali Global Education mengatakan, pandemi telah mempercepat hal-hal yang tadinya bergerak lambat, termasuk perkembangan teknologi. Pendidikan tinggi sedang mengalami kebangkitan kembali di Asia dan sangat cepat beradaptasi dalam situasi ini.
“Sedangkan untuk perguruan tinggi di Indonesia, inilah saatnya untuk melihat ke luar dan terlibat dengan mitra global yang memiliki pengalaman dalam menggunakan teknologi, inovasi, dalam menyampaikan pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja,” pungkasnya. (A-1)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved