Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Direktorat Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan dan Penerbitan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan stimulus pada penulis dan penerbit melalui program "Nulis dari Rumah".
"Sebagai bentuk upaya menggairahkan kembali industri penerbitan, maka dibutuhkan stimulus dari pemerintah," ujar Staf Khusus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Digital dan Industri Kreatif, Ricky J Pesik dalam peluncuran buku para pemenang secara daring di Jakarta, Senin (5/10).
Stimulus tersebut, lanjut Ricky, berupa bantuan pembelian buku kepada penerbit yang berminat menerbitkan 100 karya terpilih program “Nulis dari Rumah” dalam bentuk buku cetak maupun elektronik yang sudah dikompilasi dan diedit sehingga menjadi 2 naskah buku, masing-masing berisi 50 cerpen dan 50 esai.
Pemerintah berharap dengan diluncurkan buku para pemenang itu dapat membuka peluang kerja sama yang lebih jauh bagi para penulis dan para pelaku industri kreatif lainnya.
Buku kumpulan cerpen berjudul, “Pesan Penyintas Siang” diterbitkan oleh Mekar Cipta Lestari Publisher (MCL Publisher); dan antalogi esai berjudul “Saatnya Menjadi Bangsa yang Tangguh” diterbitkan Pustaka Obor Indonesia.
Baca juga : Edukasi soal Kopi di Peringatan International Coffee Day
Kemenparekraf telah membeli 1.200 eksemplar dengan masing-masing 600 eksemplar cerpen dan 600 eksemplar esai untuk dibagikan kepada para pemenang, tim kurasi, lembaga negara, perpustakaan dan forum taman bacaan secara gratis.
Buku yang memiliki sekitar 500 halaman itu tidak hanya tersedia dalam bentuk cetak tetapi juga dalam bentuk buku elektronik.
Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia, Rosidayati Rozalina mengatakan kegiatan itu dapat berkembang lebih luas dan lebih jauh lagi.
Menurut Rosidayati, bisa terjadi penyesuaian bisnis secara langsung antara penulis dengan penerbit sehingga regenerasi penulis baru sebagai aset dan modal sesungguhnya dari industri penerbitan.
"Jadi kalau selama ini banyak yang mengira bahwa bahan baku penerbit itu kertas, padahal sesungguhnya adalah penulis," kata Rosidayati Rozalina. (Ant/OL-7)
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Kebijakan pemerintah memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100% melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025 dipandang sebagai stimulus positif.
Tahun 2026 sebagai fase pendewasaan pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Agus belum membuka secara rinci poin-poin usulan insentif tersebut.
Jika membeli kendaraan energi baru (NEV), konsumen bisa memperoleh subsidi sebesar 12% dari harga mobil, dengan batas maksimal 20.000 yuan (sekitar Rp47,7 juta).
Kemungkinan kendaraan listrik berbasis baterai LFP (lithium ferro phosphate) mendapat stimulus lebih kecil, sedangkan EV dengan bahan baku nikel mendapat stimulus lebih besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved