Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI sebuah perguruan tinggi yang diarahkan untuk melahirkan banyak technopreneur, Institut Teknologi Indonesia (ITI) diharapkan dapat terus meningkatkan inovasi yang dibutuhkan masyarakat dan berpotensi dikomersialisasi oleh pelaku usaha. Hal itu dikatakan Rektor ITI Marzan Aziz Iskandar, Kamis (1/10).
Marzan Aziz mengungkapkan hal itu menanggapi kuliah umum yang disampaikan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro. Kuliah umum dengan tema Ekonomi Berbasis Inovasi yang dilakukan secara daring itu merupakan merupakan salah satu rangkain kegiatan Dies Natalis ITI ke-36.
"Apa yang disampaikan Menristek dalam kuliah umum ini akan menjadi pedoman ITI untuk selalu mengembangkan inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan berdaya saing tinggi. Dengan riset dan inovasi yang berkualitas dan melihat apa yang dibutuhkan masyarakat, serta adanya dukungan industri, maka inovasi akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi," jelas Marzan Azis.
Menurut Azis, ITI yang didirikan untuk menghasilkan SDM unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), telah fokus pada pengembangan riset yang berkelanjutan, melalui pengembangan inovasi sejak 2014. Untuk memajukan produk riset dan inovasi teknologi yang dihasilkan, jelasnya, ITI melakukan program inkubasi melalui berbagai bentuk kegiatan seperti transfer teknologi, sertifikasi produk, konsultasi bisnis di bidang manajemen dan pengembangan bisnis, perizinan bisnis, serta pemodalan dan akses jaringan pasar.
"Melalui program pendampingan yang terstruktur dan profesional, diharapkan ITI dapat menghasilkan SDM technopreneur di bidang iptek yang memiliki nilai ekonomi dan berdaya saing tinggi. Hal ini diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran di Indonesia dengan menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional dan internasional," tegasnya. (RO/R-1)
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Fokus utama Baznas tetap kepada fakir miskin, khususnya bagaimana kelompok yang tidak mampu dapat mengakses pendidikan melalui dana zakat.
Abad ke-21, menurut Prabowo, merupakan abad ilmu pengetahuan dan teknologi.
GURU Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha, menilai Sekolah Rakyat merupakan langkah paling rasional untuk mengatasi kesenjangan pendidikan.
PENDIDIKAN kerap dimaknai sebatas proses belajar-mengajar di ruang kelas. Padahal, mutu pendidikan sesungguhnya dibangun oleh sebuah ekosistem yang lebih luas.
MENTERI Kesehatan memiliki ambisi besar untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,0% pada 2025 dan 5,1% pada 2026.
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Pemerintah dan pelaku usaha mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri untuk merealisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa tekanan terhadap kelompok kelas menengah bawah menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar khususnya bagi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved