Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA BMKG Dwikorita Karnawati menyebut penelitian atau kajian gempa bumi dan tsunami di Indonesia yang ditindak lanjuti dengan peringatan
dini memang belum sepenuhnya dapat menjamin pencegahan terjadinya korban jiwa dan kerusakan tanpa kesiapan masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait.
“Masih sangat diperlukan kesungguhan pemerintah daerah dan masyarakat setempat bersama-sama pemerintah pusat untuk melakukan
berbagai langkah kesiapan pencegahan bencana,” kata Dwikorita dalam keterangannya, kemarin.
Selain itu, masyarakat harus diedukasi agar mampu menyelamatkan diri dari bencana gempa bumi dan tsunami, juga merespons peringatan dini secara cepat
dan tepat.
“Peran media sangat penting dan efektif dalam menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat secara tepat, untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa
menimbulkan kepanikan,” sebutnya. (Fer/H-3)
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Ia mengatakan dua korban diduga tertimbun longsor saat bekerja di area pertanian/perkebunan dan jauh dari pemukiman penduduk.
BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak longsor Bandung Barat.
Peristiwa longsor Bandung Barat tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata di sekitar lokasi longsor Bandung Barat, kejadian itu diawali suara gemuruh keras.
HINGGA Sabtu, (24/1) siang, sebanyak 82 orang masih dinyatakan hilang dalam peristiwa longsor di Kampung Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
TIM SAR terus mempercepat pencarian warga yang masih hilang akibat tertimbun tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu, (24/1) dini hari.
BMKG rilis peringatan dini cuaca Jakarta hari ini, Senin 26 Januari 2026. Cek titik rawan di sini.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
BMKG juga mengimbau masyarakat dan petugas untuk terus memperhatikan informasi cuaca terkini, mengingat kondisi cuaca ekstremĀ berpotensi memicu terjadinya longsor susulan.
Untuk lokasi tepatnya berada di 8.88 LS, 110.24 BT. Atau, berada di laut 106 kilometer barat daya Gunungkidul yang ada di kedalaman 10 kilometer.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, di Kuningan, Minggu, mengatakan kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi
Selain Jakarta, wilayah penyangga juga diprediksi akan mengalami cuaca basah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved