Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI milenial asal Cianjur, Sandi Octa Susila, menilai saat ini generasi muda sudah mulai melirik sektor pertanian. Hal ini menurutnya karena mulai bermunculan role model petani-petani muda yang sukses sehingga menginspirasi generasi muda untuk ikut terjun ke dunia pertanian.
"Menurut saya saat ini banyak generasi milenial yang makin tertarik dengan pertanian. Saya menerima pesan dari anak-anak milenial, banyak dari mereka yang ingin belajar bersama dan berkunjung ke kebun saya. Ada juga yang tadinya mau jual lahan warisan tapi begitu melihat ada role model akhirnya tidak jadi jual dan mereka ingin membangun dunia pertanian," jelas Sandi saat dialog santai dalam program Nunggu Sunset bertajuk Muda, Keren, dan Bertani yang diadakan Media Indonesia, Kamis (24/9).
Baca juga: Teknologi Hijau Ozon untuk Lindungi Bumi
Hal ini berbeda dengan kondisi lima tahun yang lalu ketika ia masih duduk di bangku perkuliahan di Institut Pertanian Bogor (IPB) mengambil Agronomi dan Hortikultura. Sandi mengakui saat itu banyak sekali teman-temannya yang justru tertarik mengambil jalur profesional dibandingkan menekuni dan bekerja di sektor pertanian.
Menurut Sandi, salah satu faktor minimnya minat generasi milenial saat itu ialah karena adanya citra buruk petani yang dianggap tidak bergengsi dan dipandang sebelah mata. Di mata anak-anak, petani hanya orang-orang yang harus menceburkan diri di sawah, kotor, belepotan tanah, mencangkul, menanam padi, dan terpapar sinar matahari.
"Konotasi itu yang dihadirkan sehingga membuat sektor pertanian tampak kurang bonafit. Selain itu, anak-anak muda tidak melihat adanya sosok-sosok yang inspiratif," imbuhnya.
Maksud itulah yang ia tangkap dari Kementerian Pertanian hingga menetapkan 67 orang pelopor atau Duta Petani Milenial (DPM) termasuk dirinya dan Duta Petani Andalan (DPA) dari seluruh provinsi di Indonesia.
Citra petani yang awalnya dipandang sebelah mata, ternyata dibantahkan oleh Sandi. Pria usia 27 tahun yang kini telah sukses bekerja sama dengan 385 petani itu sesekali turun ke sawah dengan menggunakan motor gedenya. Sembari menjalani hobi, Sandi pun bisa memperluas jaringan untuk mengembangkan bisnisnya.

"Sambil motoran sambil bisnis, enak. Saya jadi kenal komunitas. Ternyata ada yang butuh katering sayuran, ada yang di fastfood, dan ini jadi terkoneksi dengan kita. Semua kenal karena di komunitas itu," jelasnya.
Dengan tumbuhnya minat generasi muda untuk menjadi petani dan ditambah memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan mencapai 64 persen sehingga menghadirkan komposisi usia produktif ketimbang usia non produktif diharapkan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045.
"Jadi, bagi anak-anak muda, melangkah lah hari ini yang menentukan kita di kemudian hari. Kalau teman-teman salah melangkah maka mimpi itu tidak akan tercapai, tapi kalau melangkah dengan benar dan beriringan memajukan sektor pertanian maka target Indonesia menjadi lumbung dunia akan tercapai. Diharapkan kita bisa bersinergi untuk memberikan memberikan senyuman untuk ibu pertiwi," pungkasnya.
(OL-6)
SEORANG petani milenial sekaligus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu mengolah kopi arabika hingga menyebar ke penjuru Tanah Air, bahkan ke mancanegara seperti Jepang.
Sebagai seorang milenial, Brili Agung Zaky Pradika, 35, tidak jengah disebut sebagai petani. Pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah itu membuktikan usahanya yang moncer di sektor pertanian.
PETANI milenial Rustan Abu Bakar selama ini mengolah ubi jalar menjadi keripik. Seiring berjalannya waktu, Rustan merasa harus ada perkembangan terhadap usahanya.
Petani milenial dicari! Daftar sekarang & raih sukses di bidang pertanian modern. Panduan lengkap cara daftar, syarat, & peluangnya di sini!
Kementan menerima kunjungan delegasi forum kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC) untuk berdialog mengenai pelaksanaan program pemberdayaan generasi muda di pertanian
PROGRAM Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan). Petani muda
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Prabowo secara langsung menyematkan tanda kehormatan kepada para perwakilan penerima sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa.
Dari swasembada di sektor pangan, lanjut Prabowo, mimpinya untuk melihat keterjangkauan harga di masyarakat dapat tercapai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved