Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Menyikapi semakin banyaknya kasus positif covid-19 di beberapa negara, khususnya di Asia Tenggra, Jaringan Dewan Pers Asia Tenggara (SEAPC-Net) telah berkomitmen untuk saling bekerja sama dalam masa new normal covid-19 ini.
Ketua SEAPC-Net, Muhammad Nuh mengatakan perlunya media partnership di era pandemi covid-19 adalah untuk meminimalisasi dampak yang berkaitan dengan media.
"Saya pikir kemitraan ini karena apa yang kita butuhkan, bukan yang kita mau, terutama dalam pandemi covid-19," kata Muhammad Nuh dalam webinar Southeast Asia Journalism yag bertajuk In The Normal Era :The Need For Media Partnership, Kamis (17/9).
Ia menambahkan, kemitraan ini pada prinsipnya untuk meiningkatkan pemahaman, kepedulian, kepercayaan dan tentunya memberikan manfaat. Sebagaimana diketahui pandemi membawa dampak negatif sehingga perlu adanya kemitraan di beberapa negara mengingat belum diketahui kapan berakhirnya covid-19.
"Karena datanya monster, setiap hari meningkat meningkat dari sepuluh ratus ribu dan sekarang kemarin saya sudah 200 ribu," ungkapnya.
Kemitraan ini dimulai dengan berbagi pengalaman tentang bagaimana media di Indonesia, Myanmar, Thailand, dan Timor-Leste menyikapi pandemi covid-19.
Ketua Dewan Pers Nasional Thailand Chavarong Limpattamapanee mengatakan negaranya sedang menghadapi kesulitan akibat keterpurukan ekonomi yang tentu mempengaruhi industri media.
"Apalagi media cetak sudah banyak terdampak. Banyak jurnalis yang meninggalkan pekerjaannya, mereka harus mencari pekerjaan baru. Ya, banyak dari mereka memulai kantor berita online kecil mereka sendiri tetapi kami masih ragu dalam jangka panjang," kata Chavarong.
Senada, Ariel Seballino dari Philippines Press Institute juga mengatakan pandemi membuat media ada pada posisi rentan.
"Kami berada pada posisi paling rentan. Ini menyangkut pekerjaan kita, nasib keselamatan kita dan orang lain yang tidak ada duanya," kata dia. Namun demikian, ia mengatakan hal ini bukanlah hal baru karena media telah melalui masa-masa terbaik. "Ini adalah pengalaman unik, bertaham di zaman sekarang dengan cara apa pun yang dapat dilakukan atau tidak terpikirkan ketika semua kehidupan dipertaruhkan, keadaan normal terganggu dan pemerintah harus bangkit," tandasnya.
Muhmmad Nuh melanjutkan agar saling mengutkan di era pandemi, perlu adanya ikatan emosional. "Jadi ikatan emosional yang menurut saya sangat penting terutama selama krisis pertama Anda. Artinya kita harus lebih banyak ikatan emosional untuk bisa bersatu," pungkasnya. (H-3)
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa sinergi antarlembaga merupakan kunci utama agar setiap kasus yang menimpa insan pers dapat diselesaikan secara berkeadilan.
Putusan MK menegaskan bahwa wartawan tidak dapat serta-merta diproses secara pidana atau perdata atas karya jurnalistik dalam pengujuan UU Pers, Dewan Pers minta baca detil putusan MK
Dewan Pers mengeluarkan klarifikasi terkait beredarnya informasi mengenai pungutan biaya untuk penyebaran pamflet imbauan kewaspadaan penyalahgunaan profesi pers di sejumlah daerah.
Sepanjang 2025, isu kemerdekaan pers, profesionalisme jurnalistik, serta keberlanjutan ekonomi media menjadi tiga persoalan utama yang saling berkaitan.
Totok mengatakan Dewan Pers tidak dapat lagi memfasilitasi UKW dalam jumlah besar seperti tahun 2024 karena keterbatasan anggaran.
Edukasi tentang pemahaman terkait Artificial Intelligence (AI) ini dihadiri sekitar 100 orang, dan dikemas melalui forum Insight Talk Literasi Cerdas di Era Kecerdasan Artifisial.
Sepanjang 2025, isu kemerdekaan pers, profesionalisme jurnalistik, serta keberlanjutan ekonomi media menjadi tiga persoalan utama yang saling berkaitan.
Media massa bisa semakin berperan sebagai duta literasi keuangan untuk membantu meningkatkan literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen secara langsung di masyarakat.
WALI Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pihaknya membutuhkan media massa untuk mengoptimalkan penginformasian kepada publik.
Broadcast: Jangkau audiens masif! Pelajari definisi, strategi, dan cara efektif sebarkan informasi secara luas. Raih perhatian maksimal!
Di tengah arus informasi yang begitu deras, generasi muda harus memiliki kemampuan literasi media yang kuat agar dapat mencerna informasi dengan cerdas.
Media memiliki pengaruh sangat besar terhadap keberhasilan agensi PR.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved