Kamis 10 September 2020, 14:22 WIB

Epidemiolog: Kumpul Warga Picu Kemunculan Klaster Keluarga

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Epidemiolog: Kumpul Warga Picu Kemunculan Klaster Keluarga

MI/Fransisco Carolio
Dengan menggunakan kostum virus korona, petugas melakukan sosialisasi di kawasan Sarinah, Jakarta.

 

PENYEBARAN covid-19 dari klaster keluarga semakin meningkat. Munculnya klaster ini menunjukan covid-19 telah masuk ke satuan unit terkecil masyarakat.

Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama, menilai klaster keluarga terjadi saat ada anggota keluarga terinfeksi covid-19 dari luar rumah. Kemudian, menularkan ke anggota keluarga lain.

Salah satu penyebab peningkatan klaster keluarga ialah tidak adanya pembatasan mobilitas penduduk. Lalu, banyak orang melakukan mobilitas di dalam dan luar daerah. Sehingga, meningkatkan risiko penularan covid-19.

Baca juga: Perkantoran di Zona Merah Wajib Kurangi Kapasitas Meski tidak PSBB

"Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) juga semakin banyak dan tidak diketahui jumlahnya. Mereka yang melakukan mobilitas tidak melakukan isolasi mandiri 14 hari, selain jika diwajibkan," jelas Bayu dalam keterangan resmi, Kamis (10/9).

Saat ini, masih banyak masyarakat yang belum disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti, memakai masker, jaga jarak dan menjaga kebersihan. Kondisi ini diperburuk dengan minimnya pembatasan kegiatan di tingkat RT/RW.

Bayu berpendapat aktivitas warga yang tidak dibatasi, menjadikan klaster keluarga semakin masif. Kegiatan kumpul warga seperti arisan, mengunjungi rumah tetangga, hingga rapat warga.

Baca juga: 9,2% Kasus Covid-19 Anak-Anak, Wagub DKI: Orang Tua Lebih Waspada

Ada pula orang tua yang membiarkan anak-anak bermain di lingkungan perumahan, tanpa pengawasan dan kurang memperhatikan protokol kesehatan. Tidak sedikit yang berlibur atau jalan-jalan. Padahal, ini berpotensi membawa virus ketika kembali ke rumah.

"Beraktivitas tidak memperhatikan protokol kesehatan akan meningkatkan risiko penyebaran covid-19. Sebaliknya, kalau warga rajin mengunakan masker, jaga jarak, cuci tangan, bisa menurunkan risiko penularan," papar Bayu.

Dia kembali menekankan urgensi penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Kedisiplinan diyakini dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19.(OL-11)

Baca Juga

Dok MI

Metode Karantina Daring untuk Peserta CPNS

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Minggu 24 Januari 2021, 02:04 WIB
Bimbingan belajar yang telah berdiri sejak 2018 itu telah memiliki 4.000 lebih peserta dan meluluskan 1.340 peserta PNS selama tiga tahun...
Antara

Indonesia Alami 197 Bencana Selama 23 Hari di 2021

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Januari 2021, 02:00 WIB
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  mencatat sebanyak 197 bencana terjadi di seluruh wilayah Indonesia sejak tanggal 1...
MI/Duta

Ditemukan Fosil Dinosaurus Berusia 98 Juta Tahun

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 24 Januari 2021, 01:05 WIB
FOSIL dinosaurus berusia 98 juta tahun ditemukan di Argentina. Para ilmuwan percaya bahwa fosil raksasa itu mungkin milik dinosaurus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya