Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA program pengaman sosial yang dikelola Kementerian Sosial (Kemensos), yaitu Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), diharapkan bisa membantu pencegahan dan penanganan stunting (gagal tumbuh pada anak) yang ada di Indonesia.
“Kita punya dua program besar ini karena cakupannya luas, pesertanya jutaan keluarga, dan sudah berjalan lancar serta sistematis. Program ini bisa disatukan dalam penanganan stunting,” kata Menteri Sosial Juliari P Batubara, kemarin.
Untuk itu, Mensos meminta jajarannya melakukan kajian, sejauh mana komoditas pangan dalam hal ini beras memiliki kandungan gizi yang bisa berkontribusi dalam penanganan stunting. “Saya meminta Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial (BP3S) untuk mengkaji hal ini. Pada prinsipnya, tentu saja, Kemensos mendukung penurunan stunting. Itu bisa didorong bila kita pastikan bahan pangan untuk keluarga penerima manfaat (KPM) memang mengandung asupan gizi yang baik,” kata Juliari.
Lebih lanjut, Mensos juga berharap semua jenis bahan makanan yang disediakan di E-Warong memenuhi asupan gizi. Bila ada bahan makanan yang kurang memenuhi asupan gizi, secara bertahap bisa diganti. Juliari menyampaikan dua program tersebut juga ditawarkan kepada Tanoto Foundation sebagai salah satu mitra Kemensos dalam mengatasi persoalan stunting ke depan.
Sebelumnya, Kemensos melalui BP3S telah membuat MoU dengan Tanoto Foundation dalam pengembangan sumber daya manusia untuk penanganan stunting.
Kepala BP3S Syahabuddin mengatakan, dengan bekal yang dimiliki SDM Program Keluarga Harapan, maka upaya pengentasan stunting bisa dimaksimalkan melalui pelatihan. (Ata/H-1)
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.
Selain penurunan angka stunting, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 64,28 persen balita peserta program mengalami perbaikan status gizi.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
Kemenkes ungkap 6% bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah (BBLR) lewat Program Cek Kesehatan Gratis 2025. Simak risiko stuntingnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved