Sabtu 05 September 2020, 04:49 WIB

Restorasi Gambut Turut Tingkatkan Kesejahteraan Warga

mediaindonesia.com | Humaniora
Restorasi Gambut Turut Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Ist
Pembuatan kolam beje sebagai perangkap ikan alami di lahan gambut turut memberi tambahan pendapatan warga.

 

PEMERINTAH terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, termasuk di desa-desa gambut. Bersamaan dengan pembangunan 22 titik sumur bor di Desa Palukahan, Kecamatan Danau Panggang, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan (Kalsel), Badan Restorasi Gambut (BRG) juga melakukan pendampingan warga.

Kepala Sub Kelompok Kerja Tim Restorasi Gambut Daerah Kalsel, Parihutan Sagala, mengatakan sebagai target restorasi, BRG memberikan program revitalisasi ekonomi pada 2019. Program revitalisasi, kata dia, dipilih melalui komunikasi dua arah antara tim pelaksana dan keinginan warga desa.

“Jadi inginnya warga desa apa terus dari Dinas Lingkungan Hidup memverifikasi apakah sesuai kebutuhan,” kata Sagala pada keterangan pers, Jumat (4/9).

Sagala menyebut, pembuatan kolam beje mendapat persetujuan karena kolam tersebut bukan hal asing bagi warga sekitar. "Warga sudah mengenal sistem perangkat ikan alami tersebut sebagai tambahan penghasilan di luar mata pencarian utama mereka sebagai nelayan," jelasnya.

Sagala mengatakan pembuatan kolam itu juga berdekatan dengan sumur bor. Terdapat 2 unit kolam beje dengan ukuran panjang 200 meter, lebar sekitar 2,5 meter, dan kedalaman 2 meter. Ia menambahkan bahwa Desa Palukahan dipilih karena pada 2016 masuk dalam Peta Prioritas Indikatif Restorasi (PIR). 

Kebakaran hutan, menurut Sagala, terjadi sejak 2015 hingga 2019. Luas daerah yang terbakar pada tahun 2015 lalu adalah 838,51 hektare. Tidak ada upaya pemadaman yang dilakukan, baik dari masyarakat maupun dari pihak yang terkait.  

Hal itu disebabkan oleh jauhnya jarak antara permukiman masyarakat dengan wilayah hutan yang terbakar, selain itu juga kebakaran terjadi pada saat musim kemarau, di mana air rawa, sungai dan danau menyusut, mengakibatkan terputusnya jalur transportasi air. "Makanya kita bangun sumur bor di area itu," ucapnya.

Sagala menjelaskan, kolam beje merupakan perangkap ikan alami. Beje dibuat saat musim kemarau tiba. Fungsinya baru terlihat ketika musim penghujan.

Kolam beje akan menampung air. Di masa inilah ikan akan masuk dan berkembang biak. Saat musim kemarau dan air sudah surut, ikan yang sudah ada di kolam bisa.

Sagala mengatakan, berdasarkan pengalaman warga Desa Palukahan, kolam beje bisa menghasilkan untung. "Satu kali panen bisa mendapat Rp20 juta hingga Rp50 juta, per tahun," ungkapnya.

Ketua Pokmas Maju Bersama, Aliansyah mengatakan, saat ini kolam beje yang dibuat masih menunggu panen. Proses panen kemungkinan akan berlangsung pada satu bulan mendatang. “Saat ini belum kering semua,” kata Aliansyah.

Aliansyah mengamini proses pembuatan kolam beje bisa berguna untuk memastikan kemunculan titik api. Kebakaran hutan, kata dia, umumnya terjadi pada Oktober dan November.

Aliansyah berharap program pendampingan dan revitalisasi ekonomi dari BRG ini bisa terus berlangsung. Tidak hanya kolam perangkap ikan yang bersifat musiman, dia juga berharap munculnya kolam pembibitan ikan yang dulu sempat ada di desanya. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/Asep Fathulrahman

Polri Putar Balik 32.815 Kendaraan Terindikasi Mudik

👤Widhoroso 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:40 WIB
Polri hingga hari kedua pelaksanaan pelarangan aktivitas pulang ke kampung halaman jelang Lebaran alias mudik 2021, telah memutar balik...
Mediaindonesia.com

Bersiap Gelombang 3, Sebanyak 4.371 Awak Media Tuntas Divaksinasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:25 WIB
Sebanyak 4.371 awak media se-Jabodetabek tuntas mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Balai Kota...
dok.korlantas

2 Hari Penyekatan, Kakorlantas Sebut 32.815 Kendaraan Diputarbalik

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:01 WIB
SELAMA dua hari pelaksanaan peniadaan mudik sejak diberlakukan 6 Mei 2021, Korlantas Polri telah memutarbalik 32.815 kendaraan yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya