Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
VAKSINASI massal covid-19 rencananya akan dilakukan awal tahun 2021 mendatang dengan melibatkan 1,5 juta dokter dan perawat. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir mengungkapkan, pemerintah juga akan memberikan vaksinasi gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Data masyarakat yang membutuhkan akan dikumpulkan salah satunya melalui data BPJS Kesehatan.
“Vaksin itu ada yang merupakan bantuan gratis dari pemerintah. Untuk data-data petanya juga dilebarkan dengan BPJS Kesehatan yang jumlah PBI-nya ada 93 juta, nah ini yang kita menjadi prioritas juga untuk nanti masuk dalam vaksin gratis pemerintah,” ungkap Erick dalam konferensi pers secara daring, Kamis (3/9).
Baca juga: Erick Thohir: 1,5 Juta Tenaga Medis Jadi Prioritas Penerima Vaksin
Lebih lanjut Erick menjelaskan, data peserta PBI BPJS Kesehatan nantinya juga akan melalui proses verifikasi seperti pada program bantuan bagi karyawan bergaji di bawah Rp5 juta yang telah dilaksanakan pemerintah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pihak yang mendapat bantuan vaksin gratis benar-benar masyarakat dari kalangan kurang mampu.
“Negara akan dipastikan hadir untuk masyarakat, karena itu pemerintah dengan data yang baik akan menggratiskan bagi masyarakat yang memerlukan,” imbuhnya.
Sedangkan bagi masyarakat dari kalangan mampu, dapat membeli vaksin secara mandiri. Namun, Erick tidak menjelaskan kisaran harga dari vaksin tersebut.
“Harga itu dinamikanya tinggi, tergantung masing-masing penjual, yang menetapkan harga bukan saya. Mungkin cara menemukannya lebih mahal, kapasitas produksinya lebih sedikit, kan macam-macam dinamikanya,” tuturnya. (H-3)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved