Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DENGAN tiga ring (stent) yang terpasang di jantungnya, Hera, 49, kerap dilanda was-was selama pandemi covid-19. Pasien jantung koroner ini berusaha tidak ke luar
rumah jika tidak ada keperluan penting.
Ia menyadari betul kalau dirinya termasuk kelompok rentan terinfeksi covid-19 karena memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas.
Selalu berkonsultasi dengan dokter dan tak putus minum obat merupakan ikhtiar yang dilakukan Hera untuk tetap menjaga dirinya.
“Karena kalau enggak tertib menjalani pengobatan, biasanya akan sering kambuh sesak napas dan mungkin berisiko memperparah kondisi jantung,” ujarnya kepada
Media Indonesia, kemarin.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito Anggarino Damay, M kes, SpJP (K) FIHA, FICA, menjelaskan jantung berperan penting memompa darah bersih ke seluruh tubuh, termasuk otak dan ginjal untuk tetap memberikan nutrisi dan oksigen agar organ serta sel-sel tetap hidup.
Melalui jantung, terang Vito, darah juga memungut sampah sampah metabolisme yang salah satunya berisi karbon dioksida untuk nantinya dikeluarkan paru-paru.
Melihat perannya yang penting ini, bisa dibayangkan kalau orang sudah punya penyakit jantung, juga terkena covid-19.
“Paru-paru dan jantung sama sama rusak. Meninggalnya lebih mudah secara teori,” ujar dokter yang berpraktik di Siloam Hospitals Lippo Village itu.
Ia menjelaskan pasien penyakit jantung dan pembuluh darah termasuk dalam kelompok berisiko tertular covid-19 karena bisa mengalami manifestasi yang lebih berat
daripada yang tidak memilikinya.
Penyebabnya ialah viral load SARS-CoV-2 yang bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru, tempat di mana terjadi pertukaran oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2).
Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto menyatakan penyakit kardiovaskular, yakni hipertensi, aritmia, jantung koroner, dan gagal jantung,
ialah komorbiditas terbesar covid-19. Disusul dengan penyakit gangguan pernapasan (respirasi), seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis/PPOK, tuberkulosis/TB paru,
bekas TB paru, dan kanker paru.
Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena ACE-2 yang menjadi reseptor SARS-CoV-2 penyebab covid-19 terdapat di sistem kardiovaskular.
“Kenapa kardiovaskular? Karena protein S pada virus korona berkaitan dengan reseptor sel host ACE-2 yang ditemukan di usus, ginjal, dan pembuluh darah. Secara
imunologi, masuknya virus ke dalam sel menginduksi keluarnya sitokin yang meningkatkan keparah an,” bebernya dalam sebuah webinar di kanal Youtube Persatuan dokter
spesialis penyakit dalam Indonesia (PAPDI), belum lama ini.
Merusak
Satu kasus menarik diungkapkan dokter Agus. Seorang pasien laki laki berusia 55 tahun mengalami sesak napas, batuk, dan demam; tidak ada riwayat sakit jantung, diabetes,
dan hipertensi. Namun, pasien ini merokok dan ada riwayat kontak dengan penderita covid-19.
Dari hasil swab test diketahui pasien itu positif SARS-CoV-2 dengan hasil SpO2 90% di hari keenam. Pasien ini pun didiagnosis aritmia atau gangguan irama jantung.
“Jadi, pada kasus covid-19, bisa muncul komplikasi kardiovaskular dalam bentuk aritmia. Padahal, pasien tidak punya riwayat jantung sebelumnya.
Tapi alhamdulillah pasien bisa stabil, sembuh, dan tidak sampai gunakan ventilator,” kata dokter di RSUP Persahabatan, Jakarta, itu.
Temuan kasus yang sama juga diungkapkan sejumlah peneliti dari Jerman yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Cardiology, baru-baru ini. Para peneliti tersebut menemukan
bahwa SARS-CoV-2 dapat mencapai jaringan otot jantung, dari hasil pengamatan jaringan jantung milik 39 pasien covid-19 di Jerman yang baru saja meninggal. Usia pasien pada
saat kematian berkisar 78-89 tahun.
Dari studi itu, para peneliti makin meyakini bahwa penyakit covid-19 bisa memicu efek kerusakan pada sistem kardiovaskular. Penelitian itu makin menegaskan bahwa faktor
risiko pada pasien jantung tidak bisa diremehkan. (H-2)
Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua kondisi jantung berdebar itu berbahaya.
Penumpukan kalsium pada dinding arteri koroner bukan sekadar tanda kerusakan radiologis, melainkan cerminan proses biologis akibat faktor risiko seperti diabete dan, hipertensi.
Kebiasaan rutin yang dilakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
SEORANG pasien datang dengan keluhan nyeri dada yang mengarah pada gangguan aliran darah ke jantung dan ditangani dengan rotablator untuk mengatasi sumbatan.
Perencanaan yang matang adalah kunci utama agar pasien aritmia tetap aman selama di perjalanan mudik lebaran.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved