Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PROSES pengembangan vaksin Merah Putih yang dipimpin oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman masih terus berlangsung dan telah mencapai 40%. Saat ini mereka sedang menyiapkan uji sel mamalia skala laboratorium.
“Sejauh ini pengembangan vaksin masih berjalan sesuai rencana dan belum ada kesulitan berarti. Titik kritis ada pada tahapan uji hewan dan uji klinis manusia karena pada titik inilah dapat diketahui efektivitas vaksin,” kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro saat dihubungi, di Jakarta kemarin.
Penelitian mengenai vaksin, lanjutnya, berkaitan dengan makhluk hidup sehingga prosesnya tidak dapat dipastikan seperti saat kita berurusan dengan mesin.
“Kalau dengan mesin, kita menentukan waktunya lebih tepat atau jelas. Namun, kalau makhluk hidup, itu tergantung pada reaksinya, tergantung bagaimana treatment, kadang-kadang bisa di luar perkiraan. Kita harus realistis bahwa vaksin bukan sesuatu yang mudah, justru sangat kompleks,” tambah Bambang.
Di tempat terpisah, anggota DPR RI dari Partai NasDem, Rico Sia, mengatakan semua pihak diminta saling mendukung dan kompak untuk mempercepat penggunaan vaksin covid-19 yang dihasilkan Indonesia.“Hal itu dapat cepat dipatenkan agar bisa digunakan bagi masyarakat,” ujarnya, di Kota Sorong, Papua Barat.
Sementara itu, Korea Selatan mengatakan siap mengamankan pasokan vaksin covid-19 untuk 40% penduduknya melalui kerja sama internasional dan pembangunan lokal.
Untuk itu, Korsel menyiapkan anggaran tambahan 193,6 miliar won atau US$163,4 juta yang disahkan oleh anggota parlemen pada Juli. Sebanyak 83% dari dana itu telah digunakan untuk membantu pengembangan obat dan vaksin di daerah.
Para pejabat negara itu mengatakan pemerintah akan berpartisipasi dalam proyek pengembangan vaksin bersama internasional dan menjalin hubungan dengan perusahaan farmasi global terkemuka untuk mendapatkan jumlah vaksin yang memadai. (Aiw/Van/MS/Yonhap/X-7)
Kemenkes memberikan apresiasi kepada Dexa Medica melalui Penghargaan Karya Anak Bangsa 2025 atas kontribusinya sebagai industri farmasi dengan uji klinis obat bahan alam terbanyak
Di tengah maraknya produk yang beredar, kredibilitas riset dan sertifikasi menjadi kriteria seleksi utama bagi konsumen cerdas.
INDONESIA resmi memulai uji klinis fase 1 vaksin tuberkulosis (Tb) berbasis inhalasi pertama di dunia.
Pil kontrasepsi pria eksperimental YCT-529 tanpa hormon lolos uji awal tanpa efek samping serius, membuka jalan jadi kontrasepsi pria pertama yang aman dan efektif.
Vaksin tuberkulosis merupakan vaksin tuberkulosis inhalasi pertama. Vaksin ini dikembangkan dengan menggunakan tiga antigen.
Pelaksanaan uji klinis dimulai pada 3 September 2024, dan rekrutmen partisipan secara resmi telah selesai per 16 April 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved