Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ANTIBODI covid-19 yang diklaim sebagai obat herbal covid-19 oleh penemunya, Hadi Pranoto, masih harus melalui uji klinis jika hendak diedarkan ke masyarakat. Kementerian
Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) bakal memantau perkembangan klaim antibodi covid-19 yang sempat viral di lini massa dalam dua
hari terakhir itu.
“Kemenristek/BRIN akan terus memantau dan menindaklanjuti berita atau isu ini, serta akan terus memperbarui informasi sesuai data terkini terkait dengan riset dan inovasi
untuk percepatan penanganan covid-19,” kata Ketua Konsorsium Covid-19 Kemenristek/BRIN, Ali Ghufron Mukti, kemarin.
Pemantauan ini dilakukan agar obat itu tidak sembarangan digunakan masyarakat karena belum melalui uji klinis oleh Kemenkes maupun Badan POM. Lebih lanjut, Ghufron
meminta masyarakat tetap berhati-hati atas temuan itu.
Hadi Pranoto di Bogor, Jawa Barat, kemarin, mengungkapkan racikan herbal yang dia klaim sudah menyembuhkan puluhan ribu pasien terkonfirmasi covid-19. Herbal itu
merupakan perpaduan dari kunyit, ekstrak kulit manggis, gula aren, dan air kelapa.
“Ramuan ini membentuk antibodi dan bisa mencairkan lendir-lendir yang ada di dalam tubuh akibat covid-19,” ujarnya.
Ia menjelaskan, organ manusia seperti paru-paru dan lambung yang terkena virus korona akan tertutup lendir lalu menyumbat oksigen dan dapat membuat manusia meninggal.
“Fungsi antibodi herbal ini untuk mencairkan lendir, kemudian dikeluarkan tubuh melalui keringat, air seni, dan (saat buang) air besar,” jelasnya.
Terpisah, Rektor IPB University Arif Satria membantah Hadi Pranoto merupakan lulusan doktor dari kampusnya. “Memang ada alumnus IPB bernama Hadi Pranoto, tapi
bukan orang yang saat ini sedang diperbincangkan publik terkait dengan obat covid-19.
Jadi ini orang yang berbeda,” tegas Arif kepada Medcom.id, kemarin. (Aiw/Ifa/H-1)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved