Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Adik kandung Presiden RI ke KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Wahid, berpulang ke rahmatullah.
KH Hasyim Wahid yang akrab disapa Gus Im merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama, cucu dari Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy`ari, pendiri NU dan putra bungsu dari KH Wahid Hasyim.
Kabar duka meninggalnya Gus Im yang juga adik almarhum Salahuddin Wahid (Gus Sholah) itu terpantau dari cuitan Irfan Wahid, anak Gus Sholah, lewat akun Twitter @ipangwahid.
Baca juga: Idul Adha dengan Protokol Kesehatan
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun Telah berpulang KH Hasyim Wahid bin KH Wahid Hasyim (Gus Im) pada Sabtu pukul 04.18 WIB. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Jenazah rencana akan disemayamkan di Ciganjur dan dimakamkan di Denanyar, Jombang," cicit Irfan.
Kabar duka juga beredar luas di grup aplikasi pesan instan WhatsApp. Disebutkan adik mendiang Gus Dur itu wafat pada pukul 04.18 WIB di RS Mayapada, Jakarta.
Sebelumnya, kakak kandung Gus Im, yakni Gus Solah, juga berpulang pada 2 Februari tahun ini.
Kiprah Gus Im dalam kesehariannya pernah bertugas pada bidang pemerintahan sebagai salah satu pejabat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
Selain itu, Gus Im berkiprah pada keanggotaan pengurus PDI Perjuangan dan anggota Yayasan Keluarga Pembina Kesatuan (YKPK). (OL-1)
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan pelapor adalah bagian dari Aliansi Pemuda NU dan Aliansi Pemuda Muhammadiyah.
Rizki menilai pernyataan Panji telah merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
Tradisi tabayyun di kalangan ulama dan warga NU telah lama familiar dan mengakar.
Bagaimana pula kekisruhan berujung, Gus Yahya bertahan atau akhirnya tumbang?
AKTIVIS muda dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) Lily Faidatin menilai rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional pada Presiden Kedua Soeharto tak adil bagi para korban selama masa Orde Baru
AKTIVIS muda Nahdlatul Ulama (NU) Lily Faidatin menegaskan penolakannya terhadap rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan pemimpin rezim Orde Baru, Soeharto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved