Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
UJICOBA fase III vaksin virus korona (covid-19) asal Tiongkok akan dilakukan tim Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran dengan melibatkan puluhan dokter. Selain bagian umum, uji klinis yang diterapkan ke ribuan manusia ini akan melibatkan berbagai dokter spesialis untuk mengetahui efektivitas antivirus tersebut.
Ketua tim ujicoba vaksin covid-19 FK Unpad, Kusnandi Rusmil, optimistis uji klinis vaksin tersebut aman sehingga tidak menimbulkan efek negatif terhadap subjek percobaan. Selain karena sudah memberikan hasil positif pada uji coba fase I dan II di Tiongkok, menurut dia pihaknya pun akan mengerahkan puluhan dokter untuk memastikan keamanan pada relawan yang akan mengikuti tes tersebut.
"Kami sudah menyiapkan 40 dokter umum, dan semua dokter spesialis," katanya. Meraka akan mendeteksi efek apa saja yang akan terjadi pada diri subjek.
Sebagai contoh, jelas dia, relawan akan dicek oleh dokter spesialis anak untuk mengetahui apakah ada efek vaksin terhadap anak yang menjadi relawan. "Ada juga dokter penyakit dalam dan keahlian lainnya sesuai kebutuhan ini," ujarnya.
Sehingga, tambah dia, usai mengikuti uji klinis vaksin tersebut, para relawan ini akan dipantau secara maksimal oleh tim dokter. "Semua (relawan) akan kami pantau, apakah terindikasi covid atau tidak. Sehingga kita punya data tentang keamanan, kekebalan di atas nilai proteksi, dan apakah vaksin ini memberi perlindungan yang nyata terhadap covid," ucapnya.
.
Dia mengaku optimismenya ini semakin kuat karena uji klinis ini hanya akan diikuti oleh relawan yang kesehatannya baik. "Subjeknya enggak sembarangan harus yang sehat," katanya.
Tak hanya itu, dia juga memastikan bahwa setiap subjek penelitian akan diberi asuransi. Ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kalau ada apa-apa, akan dicover asuransi," ucapnya. Manajer pelaksana tim uji coba vaksin covid-19 FK Unpad Eddy Fadliyana mengatakan, vaksin tersebut telah menjalani berkali-kali uji keamanan.
Dengan begitu, dia pun optimistis uji klinis ini tidak akan memberi dampak negatif. Terlebih, kata dia, vaksin tersebut mengandung virus korona yang sudah dimatikan sehingga tidak akan bisa menyebabkan kasus positif baru.
"Bahan yang dipakai ini virus covid yang dimatikan. Jadi tak akan menyebabkan penyakit covid, hanya menimbulkan zat aktif untuk mencegah," katanya. (OL-13)
Baca Juga: Nakes Positif Korona Dua Puskesmas di Karawang Ditutup
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved