Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA harus bersiap untuk bermigrasi ke dunia pertelevisian digital. Hal tersebut dikatakan oleh Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Henri Subiakto.
"Kita harus segera transformasi digital. Siapkan SDM sesuai, birokrasi sesuai, teknologi juga memenuhi standar dan mengikuti perkembangan zaman, tata riang sistem yang dibangun," kata Henri di Jakarta, Kamis (23/7).
Televisi Indonesia kini mayoritas masih menggunakan teknologi analog. Hal itu menurut Henri membuat Indoensia terttinggal karena televisi digital memberikan lebih banyak manfaat.
"Kita negara tertinggal dalam hal analog switch off. TV indonesia menghabiskan frekuensi. Karenanya, masyarakat tidak sebaik di luar negeri karena broadbandnya dipakai rebutan," imbuhnya.
Baca juga : 16 Film Pendek Indonesia Diperkenalkan di Panggung Dunia
Pada kesempatan tersebut, CEO Media Group News Mirdal Akib menambahkan, TV digital memiliki dua kelebihan, yaitu kualitas gambar yang lebih baik dan efisiensi frekuensi.
Sehingga frekuensi sebelumnya yang digunakan untuk TV analog dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain misalnya jaringan SG. Terlebih, teknologi yang dimiliki oleh seluruh stasiun lelevisi (seperti kamera gratis, editing, dsb) sudah mengadopsi teknologi digital, hanya saja masih dipancarkan oleh frekuensi analog.
"Selain itu, dengan TV digital terestrial sumber daya daerah bisa muncul, karena daerah-daerah bisa memungkinkan membuat TV digital," tandasnya. (OL-7)
Sistem pengawasan internet yang diterapkan suatu negara dapat memengaruhi bagaimana konten digital beredar serta seberapa besar ruang anonimitas yang tersedia bagi pengguna.
Dengan bantuan platform online video, pengguna dapat mengedit klip, menambahkan teks, memasukkan musik, hingga membuat video profesional langsung dari browser.
Saat ini, sekitar 62 persen masyarakat Indonesia telah terbiasa berbelanja daring dua hingga tiga kali per bulan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved