Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Medis Texas atau Texas Medical Association (TMA) menempatkan sejumlah kegiatan dengan tingkatan risiko rendah, sedang, hingga tinggi terhadap penularan covid-19.
Hasilnya, kegiatan yang memiliki risiko tertinggi ialah makan bergaya prasmanan, pergi ke bioskop, pergi ke taman hiburan dan olahraga di tempat fitness. Lalu menghadiri konser musik, pergi ke bar, pergi ke stadion olahraga dan menghadiri peribadatan dengan 500 jemaah.
Dilansir dari Fox News, kajian analisis itu terdiri dari tim ahli kesehatan masyarakat di Texas, Amerika Serikat. Pun dari spesialis penyakit menular, epidemiologi serta dokter. Para ahli medis tersebut merupakan bagian dari Gugus Tugas Covid-19 Texas.
Baca juga: Sekolah Tatap Muka Saat Pandemi Masih Berisiko Tinggi
Kepala TMA Diana Fite mendesak masyarakat untuk menjaga kebersihan, mencuci tangan yang benar, menghindari kegiatan di luar sesering mungkin, mengikuti pedoman jarak sosial dan memakai masker di tempat umum.
Secara terpisah, Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengungkapkan kajian TMA tersebut tidak bisa dibandingkan dengan di Indonesia. Hampir semua kegiatan memiliki risiko yang tinggi apabila protokol kesehatan covid-19 diabaikan.
"Bisa jadian acuan kajian TMA itu tapi itu spesifik masyarakat setempat (di Texas). Kita beda akivitas sosialnya. Intinya patuhi protokol kesehatan itu," kata Pandu.
Berikut daftar kegiatan yang termasuk dalam berbagai kategori risiko penularan covid-19 dari TMA :
Risiko rendah
1. Membuka kotak surat di gerbang
2. Membeli makanan untuk dibungkus
3. Mengisi BBM
4. Bermain tenis
5. Berkemah
Risiko agak rendah
6. Membeli kebutuhan dapur
7. Berjalani berlari/ bersepeda
8. Bermain golf
9. Menginap di hotel maks.2 malam
10. Menunggu di dokter praktek
11. Ke perpustakaan/ museum
12. Makan di restoran (meja luar)
13.Berjalan di tempat ramai
14. Di tempat main anak maks.1 jam
Risiko sedang
15. Makan di rumah orang lain
16. Makan di halaman rumah org lain
17. Pergi ke pantai
18. Pergi ke mal pusat perbelanjaan
19. Bawa anak ke sekolah/ penitipan
20. Bekerja 1 pekan dim ruang kantor
21. Berenang di kolam umum
22. Mengunjungi lansia di rumahnya
Risiko agak tinggi
23. Ke salon / tukang cukur
24.Makan di restoran (dim ruangan)
25.Hadir di pernikahan/ pemakaman
26.Bepergian naik pesawat
27.Main basket
28. Main sepakbola
29.Salaman/ pelukan dengan orang
Risiko tinggi
30.Makan dengann gaya prasmanan
31.Berolahraga di gym
32.Pergi ke taman hiburan
33.Pergi ke bioskop
34.Pergi ke konser musik
35.Pergi ke stadion olahraga
36.Beribadah dengan jamaah yang ramai
37. Pergi ke bar.(OL-5)
“Asuransi bukan sekadar produk, melainkan bagian dari strategi pengelolaan risiko untuk menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang,”
DATA Kementerian Kesehatan mencatat estimasi lebih dari 2,5 juta penduduk Indonesia hidup dengan kondisi autoimun.
Fenomena Sudden Cardiac Death (SCD) atau kematian jantung mendadak menjadi salah satu masalah kardiovaskular serius.
Implementasi prinsip governance, risk, and compliance (GRC) atau tata kelola, risiko, dan kepatuhan adalah alat penting untuk membangun ketahanan.
Teknologi membuka peluang efisiensi baru — mulai dari underwriting yang lebih cepat dan presisi, hingga klaim otomasi dan prediksi risiko berbasis perilaku.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan wawasan mengenai pentingnya identifikasi dan pengelolaan risiko dalam menjalankan usaha, terutama di sektor kuliner.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved