Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI ini tepat satu abad atau 100 tahun kelahiran Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia (PTTI), cikal bakal berdirinya Institut Teknologi Bandung (ITB).
Ahli geodesi Indonesia dan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Republik Indonesia yang juga alumnus ITB, Prof Hasanuddin Z Abidin turut mengucapkan harapannya kepada almamaternya.
"Selamat milad ke 100 untuk almamater tercinta. Semoga darma baktimu untuk bangsa dan negara, terus bertumbuh kembang. Aamiin YRA," tulisnya dalam media sosialnya, Jumat (3/7).
Laki-laki kelahiran Jakarta, 8 Agustus 1960 itu menempuh pendidikan sarjananya di ITB dan melanjutkan jenjang S-2 dan S-3 di University of New Brunswick, Kanada.
Ia menulis beberapa buku di bidang geodesi, antara lain Geodesi Satelit (2011), Survei dengan GPS (2002), serta Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya (2007).
Dikutip dari laman itb.ac.id, sejarah Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia berawal pada abad ke-20, ketika pemerintah kolonial Belanda mendirikan de Techniche Hoogeschool te Bandung (TH) pada 3 Juli 1920 di lahan seluas 30 hektare di Bandung, Jawa Barat.
Saat itu hanya terdapat satu fakultas yaitu de Faculteit van Technische Wetenschap dan hanya satu jurusan yaitu de afdeeling der We gen Waterbouw. Pendirian perguruan tinggi ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang semakin terbatas pada masa kolonial Belanda akibat pecahnya Perang Dunia pertama.
Sejak resmi dibuka untuk tahun kuliah 1920-1921, terdaftar 28 orang mahasiswa TH, namun hanya ada 2 orang pemuda Indonesia. Sementara itu, jumlah dosen pada permulaan tahun 1922 terdapat 12 orang guru besar.
Empat tahun kemudian, pada tanggal 4 Juli 1924 dilepaslah insinyur yang pertama dari TH berjumlah 12 orang. Status TH dari saat pembukaan sampai tahun 1924 adalah bijzondere school yang kemudian berganti statusnya dari swasta menjadi instansi pemerintah.
Pada Dies ke-6 tanggal 3 Juli 1926, dari 22 orang kandidat insinyur yang lulus berjumlah 19 orang dengan 4 orang di antaranya adalah pribumi. Saat itulah untuk pertama kalinya TH Bandung menghasilkan insinyur orang Indonesia. Satu dari keempat orang itu adalah Ir R Soekarno yang kelak menjadi proklamator sekaligus presiden pertama Republik Indonesia.
Saat pendudukan Jepang pada 1944-1945, TH berubah nama menjadi Bandung Kogyo Daigaku (BKD) dan menjadi Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung setelah Indonesia merdeka.
Pada 1946, sempat berpindah ke Yogyakarta dengan sebutan STT Bandung di Jogja yang kemudian menjadi Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada 21 Juni 1964, terjadi perubahan nama menjadi Universiteit van Indonesie di bawah kendali NICA dengan Faculteit van Technische Wetenschap dan Faculteit van Exacte Wetenschap berdiri kemudian.
Di kemudian hari, pada 1950-1959 ia menjadi bagian dari Universitas Indonesia untuk Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam.
Didorong oleh gagasan dan keyakinan yang dilandasi semangat perjuangan proklamasi kemerdekaanserta wawasan ke masa depan, Pemerintah Indonesia meresmikan berdirinya ITB pada tanggal 2 Maret 1959.
ITB lahir dalam suasana penuh dinamika mengemban misi pengabdian ilmu pengetahuan dan teknologi, yang berpijak pada kehidupan nyata di bumi sendiri bagi kehidupan dan pembangunan bangsa yang maju dan bermartabat.
Hari ini, pada 3 Juli 2020 ITB secara de facto berusia 100 tahun di mana telah menghasilkan lebih dari 120.000 alumni yang berperan penting dalam pembangunan bangsa.
Dengan 12 fakultas/sekolah, 128 program studi, dan 111 Kelompok Keahlian,7 Pusat Penelitian, dan 6 Pusat Unggulan Iptek (PUI), ITB menjadi tempat menimba ilmu teknik bagi lebih dari 26 ribu mahasiswa program sarjana, master, dan doktor.
ITB tercatat memiliki 1.510 dosen dengan 195 guru besar, dan berlokasi di dua tempat lain selain kampus Ganesa Bandung yaitu Jatinangor dan Cirebon. ITB juga menjadi perguruan tinggi terbaik nasional dan pelopor kemajuan sains, teknologi, dan seni di Indonesia. (H-2)
Dengan memadukan kemampuan perangkat lunak ArcGIS dan keahlian para profesional GIS, berbagai organisasi mampu meraih terobosan signifikan.
PT Pertamina (Persero) memperkenalkan inovasi digital terbaru dalam pengelolaan perizinan melalui penerapan berbasis teknologi geospasial ArcGIS.
Dosen Teknik Geodesi UGM, I Made Andi Arsana, menyampaikan beberapa sanggahan terkait beberapa klaim atas pagar laut tersebut.
Provinsi Jawa Timur berhasil menyabet tiga penghargaan prestisius dalam ajang Bhumandala Award yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) pada Senin (4/11)
DATA geospasial dapat dimanfaatkan untuk pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut salah satunya dilakukan Pemprov Kalimantan Timur yang kemudian diganjar penghargaan Bhumandala Award 2024
REVOLUSI data geospasial terus dilakukan. Untuk mendorong pemerataan informasi terus digencarkan, salah satunya dengan pemberian penghargaan
Kolaborasi ini menjadi sangat penting karena mahasiswa membutuhkan penguatan sains dan teknologi sebagai fondasi dalam membangun kapabilitas bisnis yang kokoh.
Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) menyelenggarakan Workshop dan Galeri Abhinaya Pemulihan Pasca Bencana Sumatra.
Mahasiswa doktoral (S3) Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung (ITB), Widda Rahmah, berhasil mengubah peta pemahaman dunia tentang teknologi membran pemisahan gas.
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana di Kota Langsa, Provinsi Aceh, ITB mengirimkan bantuan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Nurlaela Arief.
Guna memberikan fleksibilitas bagi calon mahasiswa, SSU ITB dibagi menjadi dua skema seleksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved