Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

KLHK Lakukan Rekayasa Cuaca untuk Cegah Karhutla

Ferdian Ananda Majni
02/7/2020 21:40
KLHK Lakukan Rekayasa Cuaca untuk Cegah Karhutla
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.(Ist)

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan terdapat 6 provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan di tahun 2020. Oleh karena itu, KLHK akan melakukan banyak modifikasi cuaca sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di masa musim kemarau.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyebut pihaknya terus melakukan koordinasi untuk modifikasi cuaca yakni dengan merekayasa hujan sebagai salah satu upaya mencegah karhutla di sejumlah titik rawan.

"Kita melakukan modifikasi cuaca dengan merekayasa hujan, sehingga gambutnya basah dan dapat mencegah kebakaran," kata Menteri LHK Siti Nurbaya di Jakarta, Kamis (2/6).

Dia menjelaskan, upaya modifikasi cuaca dilakukan sebagai rangkaian penyelesaian dari permasalahan karhutla di Indonesia. Apalagi, pengendalian operasi terpadu dilakukan sejak 2015 hingga posko-posko di lapangan dan penegakan hukum.

"Semua itu satu rumpun penyelesaian dalam pengendalian operasional. Namun, tetap ada unsur-unsur lain yang mesti kita lakukan sebagai solusi permanen," sebutnya.

Menurutnya, BMKG sudah memetakan terkait waktu kapan saja pergerakan bahaya kebakaran hutan termasuk titik-titik mana saja. Sehingga memudahkan upaya untuk melakukan rekayasa dengan teknologi. Sebab, selalu ada parameter yang sensitif terhadap kebakaran pada setiap kondisi curah hujan dan musim kemarau.

Terkait pantauan terhadap kualitas udara dan keseimbangan air di lapangan tepatnya melalui neraca air. Menurut Siti, hakikatnya kondisi neraca air menjadi pedoman dalam melakukan modifikasi cuaca dan membuat gambut basah.

"Karena apa? Karena gambutnya harus basah. Gambut basah itu kan kaitannya dengan neraca air di gambut dan ini berarti ada teknologinya, termasuk pakai satelit serta metode dan cara-cara menghitungnya," terang Menteri Siti.

Selanjutnya langkah modifikasi cuaca tersebut juga ada titik-titik tertentu, di mana enam titik yang menjadi prioritas, yakni kawasan Sumatera, meliputi Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Sedangkan untuk Kalimantan, yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Namun kedua provinsi terakhir dalam pemantauan perkembangannya. (Fer/OL-09)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya