Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai dalam situasi kedarutan pandemi covid-19 seperti ini, langkah ekstra hati-hati harus menjadi dasar dalam memutuskan suatu temuan obat. Pasalnya, obat merupakan produk yang berisiko tinggi bagi penggunanya.
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, mengungkapkan upaya menemukan jenis obat apapun atau vaksin dalam upaya penyembuhan dan menghadang covid-19, harus berbasis keamanan dan keselamatan konsumen sebagai pengguna obat.
Baca juga: Tips Aman Berbelanja di Pasar Saat Pandemi Covid-19
"Aspek ini harus menjadi skala prioritas utama dan pertama, tanpa kompromi. Oleh karena itu, ada beberapa catatan krusial untuk mengatasi kebuntuan masalah obat covid-19," kata Tulus dalam keterangan resmi, Sabtu (27/6).
Pertama, kata Tulus, lembaga apa pun, termasuk BNPB, seyogyanya tidak membuat/mendistribusikan obat apa pun ataupun vaksin, sebelum mendapatkan green light dari lembaga yang punya otoritas di bidang obat-obatan (Badan POM).
Pasalnya, green light Badan POM akan menjadi dasar terhadap aspek yang sangat fundamental, yakni keamanan dan keselamatan pada konsumen dan masyarakat secara keseluruhan.
"Kedua, di tengah situasi darurat, juga harus menggunakan pendekatan darurat, namun tanpa mereduksi aspek yang fundamental itu, yakni keamanan dan keselamatan," ujarnya.
Dalam hal ini, Tulus menilai Badan POM pun sebaiknya melakukan relaksasi dan terobosan dalam perizinan terkait izin produksi dan izin edar suatu jenis obat yang berpretensi untuk menyembuhkan atau meredam covid-19.
"Hal yang sifatnya birokratis, bisa dikikis untuk memudahkan proses terwujudnya obat dimaksud, sekali lagi, tanpa mereduksi aspek fundamental bagi perlindungan konsumen. Harus ada aspek new normal terkait perizinan pengurusan obat di saat pandemi," imbuhnya.
Ketiga, sangat diperlukan adanya gugus tugas khusus untuk mengakselerasi upaya penemuan obat dan vaksin yang melibatkan multistakeholder secara utuh dan komprehensif, baik sektor kesehatan dan non sektor kesehatan.
"Egoisme antar lembaga harus ditinggalkan. Semangat menghadang wabah covid-19 dan perlindungan masyarakat konsumen harus menjadi prioritas pertama dan utama," tandasnya. (OL-6)
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved