Jumat 19 Juni 2020, 16:33 WIB

Soal Misa Tatap Muka, Gereja Katolik Pangkas Jemaat Hingga 80%

Nur Azizah | Humaniora
Soal Misa Tatap Muka, Gereja Katolik Pangkas Jemaat Hingga 80%

Antara
Ibadah di Gereja Katolik Maria Ratu Damai Banyuwangi, Minggu (14/6).

 

GEREJA Katolik akan kembali dibuka untuk ibadah pada Juli. Saat ini, mereka masih fokus pada persiapan dan edukasi protokol kesehatan terhadap jemaat.

"Kalau situasi mengizinkan mungkin Juli dibuka. Sekarang ini masa persiapan penuh menyangkut edukasi umat menyangkut sarana prasarana," kata Ketua Komisi Hubungan Antarkeyakinan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Agustinus Heri Wibowo di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Timur, Jumat (19/6).

Baca juga: Ini Panduan New Normal di Tempat Ibadah

Terkait kapasitas, seluruh gereja akan memangkas hingga 60% hingga 80% dari kapasitas. Ini untuk menghindari penyebaran virus korona atau covid-19 di tempat ibadah.

"Jadi, kebijakannya tidak murni mengikuti peraturan pemerintah yang 50%. Kami lebih ketat lagi, hanya diisi 20% sampai 40%," ujarnya.

Baca juga: PGI Iimbau Jemaat Ibadah di Rumah Sampai 29 Mei 2020

Selain itu, waktu ibadah juga akan dipersingkat. Lagu-lagu yang dibawakan cukup lagu pembukaan, persembahan, lalu penutup.

"Sesuai dengan tatanan hidup baru di era covid-19, lagu-lagu yang tadinya banyak akan dikurangi. Lalu, salam damai yang seharusnya bersalaman cukup membukukan tangan," jelas Agustinus.

Baca juga: Tidak Bisa Larang Gereja Gelar Ibadah, PGI Minta Ikuti Protokol

Kementerian Agama telah mengeluarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi.

Dalam surat tersebut dikatakan rumah ibadah boleh menggelar kegiatan bila risiko penyebaran (RO) rendah. Selain itu, rumah ibadah harus meminta izin pada pemerintah daerah dan gugus tugas di wilayah masing-masing.

Selain itu, pengurus rumah ibadah diwajibkan menyiapkan petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan, melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan secara berkala.

"Menyediakan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar rumah ibadah," bunyi surat tersebut.

Hal lain yang juga diatur terkait pembatasan jarak antarjemaat, pengecekan suhu tubuh, dan mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah. (X-15)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Pasien Covid-19 Naik, Kemenkes Minta Setiap RS Tambah Tempat Tidur

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 06:04 WIB
Kementerian Kesehatan mengirimkan surat edaran agar daerah menambahkan  30%-40% ruang perawatan untuk covid-19 di rumah sakit. Serta...
Kohler.co.id

Aturan Pakai Toilet saat Anggota Keluarga Positif Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 02:00 WIB
Aturannya menjadi berbeda saat seluruh anggota keluarga diketahui positif...
telegraph.co.uk

Inilah Usia Anak Boleh Mulai Konsumsi Es Krim

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 23:48 WIB
Dokter spesialis anak dr. Attila Dewanti menjelaskan es krim sebetulnya sudah boleh dikonsumsi oleh anak ketika berusia satu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya