Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
ASPEK kesehatan hewan dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19 patut menjadi perhatian. Pasalnya, Covid-19 tidak terlepas dari faktor zoonosis.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam sebuah webinar bertajuk "Konsep One Health dalam Pengendalian Penyakit", Rabu (17/6).
Baca juga: Kemensos Minta Warga Tetap Patuhi Protokol Kesehatan
"Walaupun fokus utama kita pada Covid-19 adalah tetap mengupayakan pemutusan rantai penularan pada manusia, tetapi kita juga melihat bahwa dari aspek kesehatan hewan tetap menjadi perhatian kita semua," jelasnya.
Nadia menyebut bahwa dalam 10 tahun terakhir, hampir 75% penyakit menular baru pada manusia berasal dari hewan. Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan pada satwa liar, hewan peliharaan, maupun produk pangan pada hewan, harus menjadi perhatian bersama.
"Kita juga mungkin harus berpikir bahwa ada transmisi yang berpotensi terjadi dari manusia ke hewan," ujar Nadia.
Hal itu, katanya, dapat membuat virus-virus tersebut bermutasi dan mungkin menyebabkan penyakit pada manusia dalam bentuk berbeda.
Dalam hal ini, lanjut Nadia, Kemenkes mendorong suatu konsep surveilans terpadu. Di sini, puskesmas-puskesmas dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dapat sama-sama bekerja dalam suatu framework.
"Yang kita harapkan dari surveilans ataupun penyelidikan epidemologi yang terpadu adalah bagaimana kita melakukan sharing informasi dengan cepat," jelasnya.
Baca juga: BPJS Kesehatan Teken Nota Kesepahaman dengan Lemhannas
"Selain itu, melakukan kajian risiko yang ada, serta melakukan penyelidikan. Untuk kemudian mengambil langkah-langkah sesuai dengan kapasitas dan tusi masing-masing," imbuhnya.
Dia menyebut bahwa puskesmas akan melakukan penguatan surveilans dan pencegahan/pengendalian terhadap penyakit yang ada pada manusia. Sementara itu, hal yang sama dilakukan oleh Pusat Kesehatan Hewan (puskeswan) dan BKSDA terhadap kesehatan hewan maupun kesehatan satwa liar. (OL-6)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved