Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Doni Monardo Tegaskan Protokol Kesehatan Harga Mati

Dhika Kusuma Winata
04/6/2020 15:45
Doni Monardo Tegaskan Protokol Kesehatan Harga Mati
Protokol Kesehatan(Antara)

KETUA Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Doni Monardo kembali menegaskan protokol kesehatan di masa kenormalan baru (new normal) harus diterapkan secara ketat. Penerapan prokol kesehatan harus menjadi adaptasi masyarakat untuk selalu mewaspadai potensi penularan covid-19.

"Menyangkut masalah protokol kesehatan ini harga mati. Kita juga belum tahu kapan akan berakhirnya covid-19 ini dan karenanya kemampuan kita beradaptasi terhadap ancaman covid-19 ini harus selalu kita siapkan, harus selalu diingatkan dengan kehati-hatian, tidak boleh lengah, tetap wasapada," ucap Doni seusai rapat terbatas kabinet mengenai penanganan covid-19 di Jakarta, Kamis (4/6).

Baca juga :Firli Bahuri : Kasus Nurhadi Fokus pada Pokok Perkara

Melalui kebijakan kenormalan baru, imbuh Doni, pemerintah menginginkan agar masyarakat tetap aman dari paparan virus korona sekaligus bisa kembali produktif. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan selama 2,5 bukan terakhir diakuinya mengakibatkan lesunya ekonomi dan sebagian masyarakat kehilangan pekerjaan.

"Kita tetap mengamankan masyarakat agar tidak terpapar tetapi juga kita harus memperhitungkan warga masyarakat kita untuk tidak terkapar PHK," ucapnya.

Terkait pembukaan aktivitas publik di masa kenormalan baru, jelas Doni, peneraoannya akan bergantung pada masing-masing pemerintah daerah. Daerah yang sudah dinyatakan berstatus kuning ataupun hijau bisa segera membuka kembali aktivitas masyarakat.

"Masalah new normal tentu tetap akan berjalan melihat dinamika di lapangan. Daerah-daerah yang statusnya menjadi kuning atau resikonya rendah silakan saja untuk melanjutkan menuju new normal. Daerah yang masih merah, kasusnya masih tinggi, jangan dulu," ujar Doni. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik