Selasa 02 Juni 2020, 14:55 WIB

Pulihkan Sektor Pariwisata, Pemerintah Siapkan Enam Strategi

Ihfa Firdausya | Humaniora
Pulihkan Sektor Pariwisata, Pemerintah Siapkan Enam Strategi

Antara/Kornelis Kaha
Sebelum pandemi covid-19, wisatawan masih bisa menikmati keindahan Pulau Padar di NTT.

 

SEKTOR pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak pandemi covid-19 cukup berat, jika dibandingkan sektor usaha lain.

Data Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) per Mei 2020, terjadi penurunan kunjungan wisatawan internasional sekitar 850 juta-1,1 miliar atau 58-78%. Hal tersebut disampaikan Direktur Kajian Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wawan Rusiawan, dalam diskusi virtual, Selasa (2/6).

"Dari sisi penerimaan sektor pariwisata, sekitar US$ 910-120 miliar ini akan ada kehilangan penerimaan. Dari sisi pekerjaan, akan ada risiko kehilangan pekerjaan kurang lebih 100-120 juta tenaga kerja," jelas Wawan.

Baca juga: Pariwisata Bali Dinilai Paling Siap untuk Dibuka

Untuk memulihkan sektor pariwisata, pemerintah menyiapkan enam strategi. "Pertama adalah put the people first. Jadi, orang menjadi prioritas utama kita, kesehatannya, kemanan dan kebersihan itu penting," katanya.

Strategi kedua, yakni aktivasi kanal komunikasi recovery yang efektif. Ini merupakan upaya untuk mempertahankan citra positif pariwisata dan media resiliensi kolektif, khususnya bagi sumber daya manusia (SDM) terdampak.

Ketiga adalah stimulus permintaan. Ini merupakan intervensi pemerintah agar permintaan naik. "Intervensi bisa dimulai dari tahap dreaming sampai tahap booking," pungkasnya.

Baca juga: Agar tak Terseok, Industri Pariwisata Harus Berinovasi

Adapun strategi keempat fokus pada destinasi utama. Di antaranya, menjadikan Bali, Kepulauan Riau, Yogyakarta dan DKI Jakarta sebagai mercusuar pemulihan dan titik awal akseleratif pemanfaatan idle capacity. Serta, efek berganda terhadap destinasi di daerah lain.

"Kelima, mengutamakan wisatawan domestik. Untuk strategi keenam fokus pada tiga subsektor utama unggulan ekonomi kreatif, yakni kuliner, fesyen dan kriya," urai Wawan.

Baca juga: Petani jadi Profesi Baru Pelaku Pariwisata di Aceh

Proyeksi kunjungan wisatawan ke Indonesia akan bergantung pada sjeumlah pertimbangan penting. "Pertama, kapan pandemi ini akan berakhir. Kemudian, orang akan menjadi lebih percaya dan juga merasa aman ketika vaksinnya sudah tersedia," tukasnya.

Wawan menyebut sejumlah tren wisata akan muncul pascapandemi covid-19. Seperti, destinasi wisata domestik lebih menjadi preferensi, objek wisata alam akan semakin populer, wisatawan muda dari kalangan menengah atas lebih bersemangat untuk bepergian, serta konsumen memerlukan pengalaman wisata baru dan individual-based.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara

KLB Polio, 14 Ribu Anak di Pidie Sudah Divaksin nOPV2

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 29 November 2022, 13:30 WIB
KEMENTERIAN Kesehatan telah memulai pemberian imunisasi polio serentak selama sepekan, yang ditargetkan kepada 95.603 anak berusia 0-12...
Dok.MI

12.553 Anak di Bawah 14 Tahun Positif HIV, Tertular sejak Dalam Kandungan

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 29 November 2022, 13:15 WIB
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menjabarkan terdapat permasalahan pencegahan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) di...
Ist

SUN Energy Terus Sokong Percepatan Energi Baru Terbarukan di Tanah Air

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 13:06 WIB
Pemerintah Indonesia memiliki target bauran energi terbarukan sebesar 23% di tahun 2025 serta nol emisi karbon di tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya