Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan menyebut saat ini kasus demam berdarah (DBD) di Indonesia sudah mulai terkendali.
Hal itu terlihat dari penambahan jumlah kasus DBD yang tidak signifikan selama bulan Mei 2020.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Siti Nadia Tarmizi menyatakan, pada 1 Mei kasus DBD berada di angka 50.112 dengan jumlah kematian sebanyak 315 kasus. Sementara, pada 30 Mei tercatat jumlah kasus DBD berada di angka 57.443 dengan jumlah kematian sebanyak 352.
"Kasus DBD saat ini sudah mulai terkendali. Kita tidak meledak kasus DBD-nya," kata Nadia kepada mediaindonesia.com, Senin (1/6).
Baca juga: Palembang, Tertinggi Kasus DBD dan Covid-19 di Sumsel
Adapun, Jawa Barat, Bali, NTT, Jawa Timur, dan Lampung masih menempati lima provinai teratas dengan kasus DBD paling banyak.
Namun begitu, Nadia menyatakan, meskipun kini kasus DBD terkendali, pihaknya tetap mendorong masyarakat agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
"Tapi antisipasi kalau new normal, dipastikan kantor, sekolah atau tempat ibadah melakukan pemberantasam sarang nyamuk (PSN)," tandasnya. (A-2)
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, pada Maret mengalami peningkatan dibandingkan Februari.
SEPANJANG periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 44 warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, positif terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap bahaya demam berdarah melalui aksi nyata berbasis komunitas.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya petugas kesehatan dan beberapa puskesmas harus terlibat menggerakan masyarakat supaya lingkungan bersih.
Kementerian Kesehatan menerapkan teknologi Wolbachia untuk menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
asus campak kembali menjadi perhatian setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan bahwa bayi berusia di bawah 9 bulan sangat berisiko terinfeksi.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman mengatakan tren mingguan kasus campak pada Maret 2026 mengalami penurunan.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat untuk tetap mengatur makanan di masa lebaran agar tetap sehat.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved