Senin 01 Juni 2020, 08:57 WIB

Kemenkes Sebut Kasus DBD Melandai

Atalya Puspa | Humaniora
Kemenkes Sebut Kasus DBD Melandai

MI/BARRY FATHAHILLAH
Warga melakukan penyemprotan fogging di lingkungan RW 10, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Minggu (19/4).

 

KEMENTERIAN Kesehatan menyebut saat ini kasus demam berdarah (DBD) di Indonesia sudah mulai terkendali. 

Hal itu terlihat dari penambahan jumlah kasus DBD yang tidak signifikan selama bulan Mei 2020.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Siti Nadia Tarmizi menyatakan, pada 1 Mei kasus DBD berada di angka 50.112 dengan jumlah kematian sebanyak 315 kasus. Sementara, pada 30 Mei tercatat jumlah kasus DBD berada di angka 57.443 dengan jumlah kematian sebanyak 352.

"Kasus DBD saat ini sudah mulai terkendali. Kita tidak meledak kasus DBD-nya," kata Nadia kepada mediaindonesia.com, Senin (1/6).

Baca juga: Palembang, Tertinggi Kasus DBD dan Covid-19 di Sumsel

Adapun, Jawa Barat, Bali, NTT, Jawa Timur, dan Lampung masih menempati lima provinai teratas dengan kasus DBD paling banyak.

Namun begitu, Nadia menyatakan, meskipun kini kasus DBD terkendali, pihaknya tetap mendorong masyarakat agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

"Tapi antisipasi kalau new normal, dipastikan kantor, sekolah atau tempat ibadah melakukan pemberantasam sarang nyamuk (PSN)," tandasnya. (A-2)

Baca Juga

dok.ant

PPKM Level 1 se Indonesia Diperpanjang hingga 7 November 2022

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 08:22 WIB
PEMERINTAH kembali memperpanjang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali hingga 7 November, karena...
Ist/DPR

DPR Mendorong Sertifikasi Bidan dan Perawat Standar Internasional

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 08:18 WIB
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo mendorong pemerintah untuk melakukan sertifikasi internasional untuk bidan dan...
Dok. ITB

Penanggulangan Krisis Air Bersih Di Grabagan

👤Dr.rer.nat. Widodo, ST, MT. KK Geofisika Terapan dan Eksplorasi Teknik Geofisika FTTM ITB 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 07:45 WIB
Secara geologis, akuifer air tanah memerlukan waktu ribuan sampai jutaan tahun dalam proses...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya