Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH mencatat, selama periode 18 Maret hingga 20 Mei 2020, terdapat 72.966 pekerjan migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Tanah Air dari Malaysia.
Sebanyak 65% dari mereka menggunakan jalur laut dengan pintu kedatangan di Pelabuhan Batam dan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Adapun, sebanyak 20% melalui jalur darat yang masuk melalui pos perbatasan Entikong, Aruk dan Nanga Badau, Kalimantan Barat dan 15% melalui jalur udara dengan lokasi ketibaan di Bandara Soekarno Hatta, Banten dan I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Selain PMI yang baru tiba dari Negeri Jiran, pemerintah juga mencatat ada sebanyak 14.244 anak buah kapal (ABK) yang pulang ke Tanah Air dari berbagai negara.
"Kedatangan mereka terbagi menjadi dua jalur yakni laut dan udara. Yang melalui laut tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan Benoa, Bali. Sementara yang pulang melalui jalur udara tiba di Bandara Soekarno Hatta, Banten dan I Gusti Ngurah Rai, Bali," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mengikuti rapat terbatas, Senin (11/5).
Baca juga :Presiden Minta Awasi Ketat Kepulangan Pekerja Migran
Selain dua klaster kedatangan tersebut, masih ada ribuan warga negara Indonesua yang pulang dari beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika.
"Dari Arab Saudi sudah kembali 992 orang. Kemudian Kuwait 164 orang, Aljazair 391 orang. Dari Mesir telah pulang 75 orang dan akan ada tambahan 333 orang hari ini. Ada juga kepulangan dari Bangladesh malam ini sejumlah 196 orang," ucap dia.
Pemerintah mencatat masih akan ada puluhan ribu WNI lagi dari berbagai negara yang akan pulang ke Indonesia dalam satu atau dua bulan ke depan.
Retno pun memastikan proses kepulangan mereka akan diawasi secara ketat dan disiplin demi mencegah penyebaran covid-19 di Tanah Air.
"Protokol kesehatan yang ketat akan diterapkan di seluruh pintu masuk baik darat, laut dan udara," tandsasnya. (OL-2)
Ketidakjelasan batas kebijakan inilah yang menimbulkan kebingungan dan menghambat penempatan resmi melalui jalur yang seharusnya legal
Negara tujuan terbesar pekerja migran Indonesia yaitu Taiwan terkonsentrasi pada lima sektor, yakni house maid, caregiver, plantation worker (pekerja perkebunan), worker, domestic worker.
Anggota DPR RI Mercy Barends menyoroti kasus penyelundupan 9 WNA China di Perairan Tanimbar dan mendesak penegakan hukum tegas serta patroli laut diperkuat.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi antar BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pembiayaan sektor ketenagakerjaan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, menekankan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) bukan hanya tenaga kerja, melainkan juga duta bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved