Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan laman edukasi pernikahan siapnikah. org. Lewat cara ini, kaum milenial diharapkan bisa mendapat bekal informasi yang cukup untuk membangun keluarga yang berkualitas di era digital. "Pendekatan digital dalam edukasi pernikahan tidak terlepas dari jumlah generasi milenial yang mendominasi populasi saat ini. Mereka ini adalah penduduk yang jelas-jelas karakternya berbeda karena ekosistem berbeda," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, kemarin.
Di dalam laman itu, jelas Hasto, terdapat berbagai konten yang relevan dengan kebutuhan generasi muda dalam mempersiapkan pernikahan maupun pengasuhan anak (parenting). Itu karena doktrin-doktrin lama dengan membujuk remaja untuk tidak menikah muda kurang relevan lagi. Hasto menegaskan, saat ini yang diperlukan adalah mengubah paradigma kaum milenial dengan menyampaikan edukasi ilmiah. Misalnya, alasan mengapa tidak disarankan menikah di usia dini adalah karena tingginya risiko kanker mulut rahimnya.
Demikian juga dengan fakta kaum milenial berani mengeluarkan bujet besar untuk prewedding ketimbang menyiapkan sperma suami yang berkualitas. "Butuh 75 hari membikin sperma yang sehat, hanya dengan minum zink, asam folat atau vitamin C, yang harganya Rp10 ribu, tidak dibeli. Karena apa? Karena tidak tahu," katanya. Dalam pembuatan laman siapnikah.org ini, BKKBN bekerja sama dengan Rumah Perubahan. Pendiri Rumah Perubahan Rhenald Kasali mengatakan keluarga di era 4.0 punya demand tersendiri terhadap konten kesehatan. (Ifa/H-2)
Hingga saat ini, MK mengaku belum memiliki alasan kuat dan mendasar untuk mengubah pendirian hukumnya terkait aturan pernikahan di Indonesia.
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Konsep yang selama ini identik dengan skala besar dan format konvensional mulai bergeser menuju pernikahan yang lebih terkurasi, berskala kecil, dan menekankan kualitas pengalaman.
Pasangan pengantin di Jakarta Barat tetap menggelar resepsi pernikahan meski banjir setinggi lutut merendam lokasi acara.
Dalam keluarga dengan tingkat literasi rendah mengenai pendidikan dan kesehatan reproduksi, pernikahan dini sering kali dianggap sebagai solusi instan menuju kedewasaan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved