Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Hardiknas, Anies Wajibkan Guru Baca Karya Ki Hajar Dewantara

Putri Anisa Yuliani
04/5/2020 11:27
Hardiknas, Anies Wajibkan Guru Baca Karya Ki Hajar Dewantara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan(MI/Ramdani )

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tidak dijadikan sekadar seremonial. Para guru pun diminta untuk meresapi pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang sistem pendidikan di Indonesia.

"Dalam kesempatan ini mumpung sebagian dari kita belajar dari rumah bekerja dari rumah saya ingin ajak semuanya sudah kita membaca tulisan pikiran karya Ki Hajar Dewantara," kata Anies dalam puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan Dinas Pendidikan DKI Jakarta melalui upacara virtual, Senin (4/5).

Baca juga: 805 Pasien Covid-19 Keluar dari Wisma Atlet, 689 Isolasi Mandiri

Menurutnya, perspektif Ki Hajar Dewantara soal pendidikan sangat menarik. Apa yang dituliskan Ki Hajar Dewantara pada 1920-an hingga 1930-an, kata Anies, merupakan prinsip-prinsip pendidikan modern yang mampu memajukan dan mencerdaskan. Di sisi lain, saat ini dalam kenyataannya sekolah-sekolah yang ada saat ini tak selalu mencerminkan konsep konsep itu.

"Saya ingin ajak semuanya kepada para guru semua baca lengkap semua Ki Hajar Dewantoro yang sudah ada dalam bentuk buku. Dari bacaan ini kita akan maksudkan betapa miripnya apa yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantoro dengan apa yang diajarkan oleh sekolah-sekolah di negara-negara yang pendidikannya dianggap maju. Dan ini juga yang diselenggarakan oleh di sekolah-sekolah di Jakarta yang saat ini dianggap maju sekolah-sekolah. Karena itu jangan sampai kita memperingati hari kelahirannya tapi kita tidak membaca," tegasnya.

Dari pemikiran tersebut akan terlihat pemikiran yang relevan sampai situasi hari ini. Oleh karena itu, pihaknya mewajibkan kepada guru untuk membaca karya Ki Hajar Dewantara sehingga mengetahui apa yang seharusnya ada di dalam pendidikan kita.

"Diksi yang digunakan masih diksi lama. Tapi pikiran yang terpancar dalam diksi lama itu adalah pikiran-pikiran baru yang masih relevan sampai dengan hari ini. Saya mengajak kepada semuanya mari kita pastikan berjalan dengan baik," pungkasnya.(OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya