Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENURUNAN angka partisipasi program keluarga berencana (KB) selama masa pandemi covid-19 akan berpengaruh buruk pada capaian bonus demografi. Kondisi ini perlu segera diantisipasi pemerintah.
“Jika kondisi ini berjalan cukup lama, angka kelahiran akan meningkat dan pada akhirnya akan mengganggu pencapaian bonus demografi,” kata Pakar Migrasi dan Kependudukan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sukamdi, dalam menanggapi kecenderungan penurunan partisipasi KB selama masa pandemi covid-19 yang telah berlangsung sekitar 2 bulan.
Di satu sisi, meningkatnya angka kelahiran, menurut Sukamdi, berpotensi memperbanyak penduduk nonproduktif (<15 th) dan akan memperbesar angka ketergantungan. “Meskipun mungkin hal ini tidak terjadi secara seragam di seluruh wilayah,” imbuhnya.
Sukamdi menilai permasalahan KB di masa pandemi datang dari berbagai sisi, dari supply hingga demand.
“Dari sisi supply, pemerintah masih berkonsentrasi dengan masalah pandemi ini sehingga KB agak terabaikan, baik di pusat maupun daerah. Akibatnya, pelayanan tidak bisa optimal,” ujarnya. Pada sisi demand, masyarakat mengalami penurunan dalam mengakses pelayanan KB, baik fisik maupun ekonomi.
Ketua Dewan Pengurus Indonesian Health Economics Association, Hasbullah Thabrany, menilai masa phisycal distancing merupakan momen yang bisa dimanfaatkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menggencarkan sosialisasi terkait pentingnya program KB di media massa. “Kalau masyarakat tidak diingatkan pada 8 sampai 9 bulan ke depan, angka kelahiran akan melonjak,” kata Hasbullah.
Untuk diketahui, BKKBN menyebut rata-rata penggunaan alat kontrasepsi dari Februari hingga Maret 2020 menurun sebanyak 40%. Terdapat pula penurunan peserta KB pada Maret jika dibandingkan dengan di Februari 2020 di seluruh wilayah Tanah Air.
Kontrasepsi
Kekhawatiran menurunnya partisipasi program KB di masa pandemi covid-19 mendapat pembenaran dari pelbagai daerah. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Tasikmalaya, Yuyun Darmawan, mengakui tahun ini terjadi peningkatan jumlah perempuan positif hamil. Pada Januari hingga Maret mencapai 105% atau 3.219 orang.
Yuyun menambahkan bahwa meningkatnya kehamilan lebih banyak disebabkan para ibu muda tersebut melepaskan alat kontrasepsi.
Untuk membendung tingginya angka kehamilan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bekerja sama dengan dinas pengendalian penduduk, keluarga berencana, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak setempat. Kerja sama menyangkut dukungan pencapaian pelayanan metode kontrasepsi jangka panjang selama pandemi covid-19.
Ketua PC IBI Kabupaten Cianjur, Liste Zulhijwati Wulan, meyakini capaian kerja sama saat berlangsungnya pandemi covid-19 bisa meminimalkan masalah pengendalian penduduk. (AD/BB/H-1)
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved