Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA kembali jehilangan putra terbaiknya, sosiolog Arief Budiman (Soe Hok Djin),79, yang juga seorang aktivis demonstran Angkatan '66 meninggal dunia, Kamis (23/4) di Rumah Sakit Ken Saras, Kabupaten Semarang.
Kabar duka ini pun menyelimuti civitas akademika Universitas Satya Wacana, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Meskipun tidak terlihat adanya aktivitas perkuliahan di tengah maraknya Korona. Namun beberapa pihak turut berduka atas wafatnya Arief yang cukup lama mengajar di perguruan tinggi tersebut.
Baca juga: Arief Budiman, Kakak Soe Hok Gie Tutup Usia
Rumah duka di Jalan Kemiri Candi, Sidorejo, Salatiga yang selama ini ditempati Arief Budiman pun juga tidak terlihat ramai, namun beberapa orang terlihat keluar masuk rumah yang Arief tempati bersama istrinya, S. Leila Chairani.
Siti, penjaga rumah keluarga Arief Budiman, mengatakan bahwa Arief sudah dirawat di RS Ken Saras sejak pekan lalu. Namun, selama sakit dan dirawat di rumah sakit tersebut, lanjut Siti, kakak aktivis Soe Hok Gie itu tidak boleh dijenguk hingga kabar duka ini terdengar.
"Setahu saya beliau menderita parkison dan komplikasi," imbuhnya, Kamis (23/4).
Untuk diketahui, Arief Budiman menyelesaikan pendidikan S1-nya di Fakultas Psikologi UI pada 1968. Kemudian, Arief kuliah lagi di Paris pada tahun 1972 meraih gelar Doktor Sosiologi dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, 1980.
Setelah itu, ia mengajar di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, pada 1985-1995. Ia pun juga diketahui pernah menerima tawaran menjadi profesor di Universitas Melbourne.
Namun sejak beberapa waktu lalu, Arief kembali ke Indonesia dan tinggal bersama istrinya. Arief Bydiman meninggallkan seorang istri, dua anak dan sejumlah cucu. (OL-6)
Ilmuwan Case Western Reserve temukan senyawa CS2 yang mampu menghentikan kerusakan sel otak penyebab Parkinson. Harapan baru bagi 1 juta pasien.
Studi UCLA Health mengungkap paparan pestisida seperti paraquat dan rotenone dapat merusak saraf otak dan meningkatkan risiko Parkinson, terutama bagi warga di sekitar area pertanian.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Studi terbaru mengungkap bagaimana kerusakan mitokondria memicu stres oksidatif dan penumpukan alpha-synuclein, membuka peluang arah terapi baru untuk penyakit Parkinson.
Ilmuwan Duke-NUS menciptakan BrainSTEM, peta sel tunggal paling lengkap dari otak manusia yang membantu memahami neuron dopamin.
Gejala awal Parkinson sering terlihat sepele. Kenali 10 tanda awal Parkinson agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan kualitas hidup tetap terjaga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved